Kekeliruan buku Kedatangan Yesus karya Pendeta Markus Agung, yang mengutip ayat al-Qur'an ini memang parah. Contohnya, Markus mengklaim surah Ali Imran ayat 45 sebagai bukti kedekatan Yesus dengan Allah. Hal ini sesuai Bibel, "Aku dan Bapa adalah satu," (Yohanes 10:30).
"(Ingatlah), ketika Malaikat berkata :'Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kami (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang - orang yang didekatkan (kepada Allah)," (QS Ali Imran:45).
Kata minal muqarrabin (orang-orang yang didekatkan pada Allah) ini, jumlahnya banyak. Karena, kata "al-muqarrabun" adalah plural (jama' mudzakkar salim). Jadi, bukan hanya Nabi Isa yang bergelar al-Muqarrabun. Para Nabi yang lain juga mendapat gelar yang sama.
misalnya, Nabi Daud dan Nabi Sulaiman as disebut al-Muqarrabun karena kedudukannya yang dekat di sisi Allah (QS Shad:24,40). Bahkan, dalam surah al-Muthaffifin ayat 21 disebutkan, adanya malaikat yang didekatkan pada Allah.
Selanjutnya, Markus meyakini Nabi Isa sebagai tuhan yang menghakimi dosa-dosa manusia, karena pada surah Ali Imran 45 ini, Isa bergelar al-Muqarrabun. Padahal, Nabi Daud dan Sulaiman juga mendapat gelar yang sama. Apakah, lantas Nabi Daus dan Sulaiman disebut tuhan dan juruselamat?
Dalam Islam, Allah memiliki sifat Samii'un Qariib yaitu Maha Mendengat dan Maha Dekat. Allah juga dekat dengan hamba yang senang mohon ampun dan bertaubat kepada-Nya (QS Hud:61). Bahkan, rahmat Allah pun dekat pada orang-orang yang berbuat baik (QS al-A'raf:56). Gelar al-Muqarrabun juga diberikan pada al-abrar, yaitu orang-orang yang berbakti (QS al-Muthaffifin:18,28).
Seharusnya, setiap orang yang mendapat gelar al-Muqarrabun disembah oleh Pendeta Markus, karena orang itupun seharusnya diyakini sebagai tuhan juruselamat. Jadi, betapa banyak tuhannya Pendeta Markus. Karena, Nabi, orang beriman, orang yang berbuat baik, berdo'a, mohon ampun dan bertaubat kepada Allah itu jumlahnya jutaan.
Surah al-Waqi'ah menjelaskan, yang disebut sebagai al-Muqarrabun adalah golongan orang yang paling dahulu beirman (ayat 11), karena mereka adalah golongan orang yang paling dulu masuk surga (ayat 10). Sebagai ganjarannya, Allah akan memberikan surga yang penuh kenikmatan, fii jannatin na'iim (ayat 12). Penjelasan ini ditegaskan oleh ayat 88.
Markus juga menggunakan Injil Yohanes 10:30 sebagai penopang doktrin ketuhanan Yesus. Meski dalam ayat ini tertulis statemen, "Yesus dan Allah adalah satu", tapi dalil ini lemah. Karena, makna kesatuan antara Yesus dengan Tuhan dalam ayat ini, bukan makna hakiki (denotasi), tetapi makna kias (konotasi).
Kasus serupa terjadi pada Injil Yohanes 17:20-23. Disini, Yesus berdo'a kepada Allah agar ia dan murid - muridnya yang percaya padanya menjadi satu dengan Allah. Kesatuan (unity) antara Yesus dan muridnya dengan Tuhan ini, tidak bisa disebut sebagai kesatuan hakikat dan zat. Sebab, jika kesatuan dalam ayat ini diartikan kesatuan zat, maka betapa banyaknya jumlah tuhan yang harus disembah Pendeta Markus.
Kesatuan dalam ayat ini harus diartikan sebagai kesatuan (persamaan) iman, bahwa Yesus adalah Nabi utusan Tuhan. Hal ini nampak pada ayat 21, "Supaya mereka semua nampak menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapak, di dalam aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku.
Menyamakan Yesus dengan Allah secara zat dan hakikat adalah keyakinan yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Pertama, ayat-ayat al-kitab sendiri membantah dengan menyatakan :
"Yesus lebih kecil daripada Tuhan" (Yohanes 10:29).
"Tuhan lebih besar daripada Yesus" (Yohanes 14:28).
"Yesus bersyukur kepada Tuhan" (Matius 11:25, Lukas 10:21)
"Yesus berteriak memanggil Tuhan" (Matius 27:46, Markus 15:34).
"Yesus menyerahkan nyawanya pada Tuhan," (Lukas 23:44-46, Yohanes 19:30).
"Yesus pasrah disetir Tuhan yang mengutusnya," (Yohanes 5:30, Yohanes 6:38, bandingkan dengan Yohanes 7:16).
"Yesus berdoa pada Tuhan," (Lukas 6:12),
"Yesus minta ampun atas kesalahan pada Tuhan" (Matius 6:12, Lukas 11:4).
"Yesus menerima firman dari Tuhan" (Yohanes 17:8),
"Yesus tidak tahu kapan hari kiamat terjadi, padahal Allah tahu kapan datangnya kiamat," (Matius 24:36, Markus 13:32). Kesimpulannya, Yesus tak sama dan tidak satu zat dengan Tuhan.
Kedua, banyak ayat Alkitab menyebutkan sepak terjang Yesus mulai lahir sampai dewasa. Jika Yesus sama dengan Allah, seharusnya semua nama Yesus dalam Alkitab bisa diganti dengan nama Allah dan sebaliknya. Misalnya, "Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud," (Matius 1:1), menjadi "...Allah anak Daud," (Matius 1:1). "Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis," (Matius 4:1), menjadi, "....Allah dibawa Roh ke..." (Matius 4:1).
"Pada pagi hari dalam perjalanannya kembali ke kota, Yesus merasa lapar," (Matius 21:18), menjadi, "...Allah merasa lapar," (Matius 21:18).
"Kemudian iblis membawa Yesus ke Kota Suci dan menempatkan dia di bubungan," (Matius 4:5) berubah, "...iblis membawa Allah ke..." (Matius 4:5).
"Dan Yesus akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh," (Markus 10:34), menjadi, "... Allah diolok-olokkan, diludahi...." (Markus 10:34).
Jika pemahaman ini diadopsi umat manusia, akan muncul kerancuan dan kekacauan yang menghina Tuhan. Karena, Tuhan dianggap anak manusia, dibawa dan dicobai iblis, Tuhan kelaparan, diludahi, bahkan dibunuh. dan lainnya. Na'udzubillah min dzalik. (sabili/fakta)
Minggu, 30 Desember 2007
Kesalahan Pendeta Markus Agung (Bag.2)
Kesalahan Pendeta Markus Agung (Bag.1)
Akhir Februari lalu, Pengurus Majelis Tabligh PP Muhamadiyah, Buya Risam, bersama Supriyatna dan Silum membeli laptop di Gajah Mada Plaza, Jakata Pusat. Untuk persiapan workshop Dai khusus se Sumatra di Padang, Sumatera Barat.
Setelah acara rombongan meninggalkan toko komputer. Ketika melintasi toko buku di lantai satu, Silum melihat sebuah buku ganjil. Cover buku berjudul Kedatangan Yesus ini memuat lukisan Yesus sedang terbang. Kedua tanganya terbuka.
Tak ada yang istimewa dari buku setebal 16 halaman ini. dari perwajahannya, orang menyimpulkan, buku ini merupakan bacaan umat kristiani. Tapi, pembaca akan merasa aneh setelah mengamati isinya. Buku karangan Pendeta Markus Agung ini, seatus persen menyalahgunakan ayat al-Qur'an dan Hadits Nabi saw untuk menyiarkan doktrin Kristen tentang kedatangan Yesus sebagai tuhan dan juruselamat yang menghakimi dosa - dosa manusia pada akhir zaman.
Pada halaman 7, pendeta yang tinggal di jl. teknologi, Jakarta Barat ini, menggiring pembaca pada doktrin Kristen tentang penghakiman dosa-dosa manusia oleh Yesus. Markus mengutip tulisan Paulus, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,: (Roma 3:23)
Selanjutnya, Markus berusaha melegitimasi doktrin Paulus dengan mengutip ayat al-Qur'an yang diselewengkan pengertiannya. Lalu, pendeta inipun menyimpulkan secara salah bahwa Adam, Ibrahim, Musa, Daudm Yunus dan Muhammad adalah nabi yang berdosa.
Kemudian, ia mengutip al-Qur'an surah Maryam ayat 19 yang diartikan bahwa Nabi Isa saja yang suci. Dari sau halaman saja, kesalahannya sudah menumpuk, apalagi jika kita teliti 15 halaman lainnya.
Alkitab (Bibel) sendiri memandang, kitab Roma 3:23 bukanlah firman Tuhan dan bukan sabda Yesus, tapi tulisan Paulus. Meski oleh para teolog Paulus dianggap sebagai rasul, nyatanya Paulus bukan murid Yesus, tak pernah berguru dan bertatap muka dengan Yesus. Selain itu, pernyatan Paulus ini tak sesuai dengan ajaran Yesus dalam Bibel yang menyiratkan, anak kecil tak berdosa, "Lalu orang membawa anak-anak kecil pada Yesus, supaya ia meletakkan tangannya atas mereka dan mendoakan mereka, akan tetapi murid-muridnya memarahi orang-orang itu. Tetapi Yesus berkata :Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepadaku, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya kerajaan Sorga," (Matius 19:13-14)
dalam Injil Matius, Yesus mengisyaratkan, para nabi adalah orang yang benar dan kudus, tak berdosa (Matius 13:17, Matius 5:45). Hal ini diperkuat dengan banyaknya daftar orang suci dalam Bibel. Yohanes (Yahya) dicatat Alkitab sebagai orang suci tak berdosa sejak dikandung ibunya. "Sebab Yohanes akan besar di hapadan Tuhan dan ia tidak akan minum angur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya." (Lukas 1:15). "Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata : Menjadi apakah anak ini nanti? Sebab tangan Tuhan menyertai Dia," (Lukas 1:66).
Kemuliaan Yohanes sebagai orang suci ini diakui Kaisar Herodes. "Sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginnya," (Markus :20). Yesus mengakui kemuliaan Yohanes (Injil Matius 11:11).
Bibel sendiri juga mengakui para nabi sebagai orang yang benar tak berdosa. Nabi Zakaria adalah orang benar tak bercacat di hadapan Tuhan (Lukas 1:6). "Hizkia adalah raja saleh yang taat kepada Tuhan dan tidak pernah menyimpang dari perintah-perintah Tuhan, sehingga Tuhan menyertai Hizkia ke mana pun pergi berperang," (II Raja-raja 18:5-7).
Nabi Nuh, Daniel dan Ayub benar di hadapan Tuhan (Yehezkiel 14: 13-14),"Daniel adalah orang yang ikhlas beribadah kepada uhan dan selalu melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan," (Daniel 6:5, II Raja-raja 22:2). "Habil, anak Adam adalah orang yang suci tiada salah sehingga persembahannya diterima oleh Tuhan," (Matius 23:35, Ibrani 11:4).
Membanggakan dosa para nabi sebelumnya dengan mencari pembenaran dari kitab suci agama lain (Islam) yang tidak diimaninya adalah tindakan yang culas. Islam tidak menganggap Nabi Adam sebagai orang berdosa, sehingga kejatuhan Adam (Hubuthu Adam) tidak menyebabkan dosa waris. Karena Islam memandang :
Pertama, tindakan Adam yang melanggar perintah Tuhan itu bukan kesengajaan, melainkan kealfaan (khilaf). "Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak kami dapati padanya kemauan yang kuat," (QS Thaha:115).
Kedua, "Allah itu Maha Adil, Maha Penyayang, dan Maha Pengampun yang selalu mengampuni hamba-Nya yang bertaubat," (QS. az-Zumar:53-54). "Dengan sifat-Nya Yang Maha Penyayang dan Maha pengampun, Allah menjanjikan rahmat dan ampunan pada hamba-Nya yang bertaubat," (QS al-Maidah:74).
Maka, sebelum Adam dan Hawa keluar dari surga, mereka telah bertaubat dan Allah menerima taubat dan memberi petunjuk seketika itu pula.
Keduanya (Adam dan Hawa) berdoa, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi," (QS al-A'raf:23).
"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang," (QS al-Baqarah:37). "Kemudian Tuhan memilihnya, maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk," (QS Thaha:122).
Kekeliruan Pendeta Markus makin besar ketika ia menjadikan surah Maryam ayat 19 sebagai pendukung doktrin Kristen, bahwa hanya Nabi Isa saja yang suci. Karena Islam mengajarkan, semua anak manusia lahir dalam keadaan fitrah (suci). "Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), maka karena orang tuanyalah dia menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR Bukhari)
(FAKTA/SABILI/al-islahonline.com)
bersambung...
Jawaban Untuk Gus Cheng Lung
Kristenisasi telah menjadi isue yg bukan saja sekedar bernuansa tapi juga sudah melintas batas sosial - politik dalam kehidupan umat Islam sehari hari. Internet adalah sarana yang paling ampuh bagi kalangan murtadin melakukan kegiatannya dari yg bersifat halus s/d yang terang benderang menyerang baik dalam bentuk disinformasi dan juga berbau Phobia sebagaimana baru baru ini telah beredar sebuah situs yang mengatas namakan dirinya GUS CHEN LUNG di http://www.geocities.com/gus_chen_lung/
10 pertanyaan-pertanyaan tsb telah dijawab oleh Sdr. Alfarisiy di Forum Hidayatullah.com dan ada baiknya artikel jawaban yg dibuat Sdr. Alfarisiy tsb kami reposting kembali di Forum.swaramuslim.net dengan harapan saudara saudara yg Muslim dapat menyempurnakannya sehingga dapat memberikan wawasan yg sehat bagi saudara saudara yg Non Muslim sbb :
1. Mengapa teroris muslim, hanya berani mengebom Indonesia, bukannya mengebom Amerika Serikat.
Ketahuan dangkalnya pikiran orang-orang nasrani dilihat dari pertanyaannya. Apa yang anda tahu ttg Islam? Maka itulah pikiran anda tentang Islam. Jika sarapan anda sehari-harinya komik, televisi, novel, radio dugem, majalah playboy, maka tidak heran anda berfikir tentang Islam seperti yang mereka beritakan. Sebaiknya anda mencari tahu dengan cara yang benar, seperti kami mencari tahu bagaimana kontradiksinya ayat-ayat dalam bible di dalam ajaran agama anda!
Islam tidak mengajarkan sedikitpun kekerasan apalagi terror thd manusia. Dalam Al-Qur;an tidak ada satu ayatpun yang mewajibkan umat ini untuk membunuh umat lain. Saya tegaskan sekali lagi dalam Al-Qur;an tidak ada satu ayatpun yang mewajibkan umat ini untuk membunuh umat lain. Di dalam Islam la ikra ha fiddin, tidak ada paksaan dalam memluk agama ini, sedangkan agama anda? Indomie? Beras? Uang? Anda tawarkan ke kami untuk ditukar dengan agama anda. Bukankah itu terror? Orang yang melakukan terror adalah orang yang tidak faham tentang ajaran Islam, bahkan saya menemukan bukti bahwa sebenarnya terror sendiri direkayasa oleh AS, lihat Irak, Afganistan, Palestina, apakah namanya membunuh warga sipil tak berdosa bukan kebiadaban zionis? Anda bercuci tangan mengatakan Islam teroris sementara anda menutup mata atau picek tidak dapat melihat kebiadaban teman-teman anda membantai umat Islam, gimana seandainya kami mengartikan Jihad dengan terror, pasti anda sudah jadi bangkai karena anda musuh Islam. Bukan AS sasaran kami pertama kali, tetapi umat Kristen di Indonesia. Tetapi bagaimana keadaan anda sekarang, anda sehat bisa menghirup udara segar, bisa makan mie babi dll. Jadi buat apa buang-buang biaya menciptakan bom ataum untuk ngebom AS, toh AS juga pasti hancur oleh kekuatan Allah SWT.
2. Kalau Muhammad benar-benar Nabi, mengapa umat Muslim masih mendoakan dia supaya dia masuk surga
Umat Islam dianjurkan bersalawat kepada beliau sesering mungkin, bahkan dalam rukun shalat ada salawat kepada beliau dan keluarganya. Jaminan Nabi Muhammad SAW adalah orang pertama yang melangkah masuk surga itu ada dalam beberapa riwayat hadist dan pasti, Allah SWT bahkan telah menghapus dosa-dosa beliau yang lalu maupun yang akan datang selama hidup beliau. Tapi apa yang beliau lakukan, adalah beliau tak kurang sehari semalam beristighfar 100X dan shalat malam memohon ampun Allah sampai kedua kakinya bengkak saking lamanya berdiri. Doa yang kami panjatkan bukan untuk meminta agar surga ditetapkan baginya. Sangat naïf sekali sekiranya umat islam memohon doa untuk seorang nabinya agar masuk surga. Doa dan salawat kami kepada beliau sebaliknya untuk diberikannya syafaat beliau di hari penghisaban kepada kami setelah kiamat terjadi.
3. Kalau umat muslim benar-benar benci kepada Amerika, mengapa masih menggunakan teknologi yang dibuat oleh Amerika seperti obat-obatan, GSM, internet dan segala aplikasinya, mobil dan sepeda motor, pesawat terbang, komputer termasuk sistem operasi windows, kacamata dan lain sebagainya, bahkan ikut belajar ilmu di amerika
Bencinya umat Islam thd AS bukan membabi buta. Di dalam Islam harus dibedakan antara urusan dunia dan akhirat. Jika suatu masalah telah memasuki wilayah agama, maka konsep kami adalah lakum dinukum waliyadin. Tidak ada kompromi dan harus tegas, kalau perlu berjihad jika kami sampai diserang untuk dikafirkan! Tetapi sebaliknya Islam sangat menjaga dan memlihara hubungan antar individu dalam konsep hablum minannas. Berinteraksi dan berhubungan dengan non muslim tidak dilarang, bahkan Nabi kami pernah menggadaikan baju besinya kepada seorang Yahudi, dan Ali sahabat Nabi bekerja kepada orang nasrani. Dibolehkan berjual beli dan bertransaksi dengan mereka. Karena masalah itu adalah bentuk bid’ah dalam arti dunia, yaitu menciptakan suatu system, teknologi, device yang baru untuk kemajuan suatu umat. Kalau ada yang ingin memboikot produk-produk buatan AS saya kira hal tsb sia-sia saja, karena sebenarnya bukan itu jalan yang harus ditempuh oleh umat Islam. Mungkin anda melihat fenomena seperti ini sehingga anda salah menafsirkan masalah yang anda tanyakan.
4.Mengapa isi Al-Quran sebagian besar meniru isi Kitab Suci Perjanjian Lama milik umat Kristen. Nabi-nabi didalam kitab tersebut diakui sebagai nabi Muslim, padahal sebenarnya adalah Nabi orang israel.
Bisa tidak anda beri contoh surat dalam AlQur’an yang anda hafal yang mirip surat-surat dalam Bible PL? Saya heran sama anda sebenernya anda paham apa yang anda tanyakan ataukah tidak? Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab. Bahasa Arab memiliki akar kata yang paling banyak di dunia. Gaya bahasa Al-Qur’an sampai saat ini dan akhir zaman nanti tidak akan ada yang mampu menandingi keindahannya. Bahkan tak ada satu orang Arab tulenpun yang mampu menciptakan satu ayat saja yang mirip dengan ayat di Al-Qur’an. Apalagi bible anda yang anda sendiri tentu tidak mengetahui bahasa asli bible itu sendiri bahasa Ibrani kah atau Aram kah? Lalu kemana bible asli umat nasrani? Banyak yang dipalsukan sehingga satu ayat saja menimbulkan tafsir yang sangat banyak. Dalam Al-Qur’an berisi mengenai, hukum syariat, aqidah (keyakinan) dan tentang kisah-kisah umat sebelum Nabi diutus. Sehingga apa yang terkandung di dalamnya memuat pula apa yang ada dalam injil asli dan taurat asli (tidak dipalsukan) dan Al-Qur’an adalah kitab seluruh umat manusia, tidak terkecuali seharusnya anda karena Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir pembawa risalah sebagaimana dituliskan dalam kitab injil asli yang mengatakan akan datang nabi akhir zaman bernama Ahmad dengan cirri-ciri yang serupa dengan Nabi SAW. Mengapa anda tidak menemukan ayat tsb dalam injil anda? Pasti karena sudah dihapus! Dan dipalsukan. Seluruh Nabi beragama Islam cuma syariatnya berbeda. Semua bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah SWT. Dari Adam sampai Nabi Muhammad SAW tak terkecuali Nabi Isa a.s yang anda jadikan Tuhan anda dengan sebutan Yesus??? Israel itu umat Nabi Musa, yang membangkang terhadap Musa, lalu apakah semua orang Yahudi di jaman Nabi Musa membangkang, tentu tidak, juga umat nasrani di zaman Nabi Isa a.s tidak semua membangkang terhadap ajaran Isa yang menuhankan Allah SWT. Jadi baik Al-Qur’an, Injil, Taurat, Zabur semua Allah yang menurunkan masing-masing kepada Nabi-Nya.
Sdr. pur1173 memberikan jawaban sbb :
1. Yang menurunkan Al Qur'an, Taurat dan Injil adalah ALLAH SWT
2. Al Qur'an turun belakangan. Coba kalau Al Qur'an turun duluan, nanti orang2 akan bilang bahwa Taurat atau Injil meniru Al Qur'an.
Simpel kan?
5. Mengapa umat muslim Indonesia memaksakan kehendak dalam pelaksanaan RUU APP, berdemo besar-besaran dengan menakut-nakuti umat lain, men-sweeping cewek-cewek dijalan, mengusir Gus Dur, mengobarkan perang urat syaraf. Apakah itu yang diajarkan Islam. Pasti jawabannya adalah OKNUM
Sebenarnya apa yang dilakukan kami adalah wujud reaksi keras thd kemaksiatan yang merajalela di negeri ini, dimana aparat sudah mati rasa thd apa yang namanya kemaksiatan. Ini adalah tugas umat Islam untuk menegakkan kebenaran bukan memaksakan. Kalau memaksakan konotasinya tidak ada hukum kausalitas. Sedangkan apa yang terjadi adalah efek dari dekadensi moral umat di negeri ini. Apalagi yang bermaksiat adalah juga sebagian besar umat Islam. Maka mereka kami anggap saudara kami yang harus kami luruskan dan arahkan ke jalan yang benar kalau mereka masih mengaku Islam. Karena aturan orang Islam adalah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW. Kami tidak menempatkan hukum buatan manusia di atas hukum Allah. Mereka pelaku maksiat yang beragama Islam harus kita kembalikan kepada kedua petunjuk tsb.
Sedangkan masalah demo besar-besaran sebenarnya kan didahului oleh demo “kecil-kecilannya” Gus Dur cs yang provokatif. Bahkan terkesan jahil dan nista sekali karena melibatkan nyonya-nyonya tua yang bisa-bisanya mengumbar aurat sambil jogged sana jogged sini. Tercium juga kabar adanya pesan sponsor yang mempunyai kepentingan dengan produknya yaitu “kemaksiatan” yang didukung oleh beberapa media elektronik yang notabene dimiliki orang-orang kafir nasrani.
Tidak ada balas dendam dalam Islam yang melebihi apa yang diterima oleh umat Islam. Tetapi kita dibolehkan membalas setimpal kepada orang-orang yang menyerang kita sesuai dengan serangan mereka. Serangan bisa diartikan sebagai pemikiran, tulisan, konsep atau bahkan fisik.
6. Mengapa negara Islam, tidak membantu Palestina dalam hal keuangan.
Sudah! Bahkan akan terus membantu selama Palestina membutuhkan, di Indonesia pun ada lembaga yang mengelolanya hanya mereka semua tidak pernah memberitahu ke ANDA!!
7. Sekitar tahun 40 setelah masehi, sewaktu seluruh Israel tercerai berai keseluruh dunia karena memberontak terhadap Roma dan dikejar-kejar, mengapa orang Palestina masuk ketanah kosong yang ditinggalkan orang Israel tersebut. Bukankah itu tanah orang Israel ?
Mana claim yang menunjukan tanah itu milik Israel!!!!??, adakah bukti otentik kalau Israel-lah pemilik wilayah Palestina? Aneh sekali anda ini! Kalau baca buku ilmu pengetahuan bacalah buku-buku yang berkualitas dan runtun tidak sepotong-sepotong. Bahkan Israelah yang tidak pernah diakui sebagai Negara oleh Negara-negar Islam!
8. Mengapa orang Muslim kalau berdoa selalu ingin diliat orang banyak, ingin disorot TV kalau berzikir, kalau berkotbah selalu pakai speaker yang keras, seolah-olah paling suci.
Orang muslim yang mana yang anda maksud? Harus jelas! Umat muslim di Indonesia itu hampir 90%. Kok bisa bisanya anda mengeneralisir bahwa yang masuk TV itu semua umat muslim di Indonesia. Islam mengajarkan berdoa dengan suara lembut, dan lebih afdhal lagi pada sepertiga malam terakhir, waktu dimana anda dan umat kristiani masih pada ngorok!!! Bagaimana mungkin kita butuh TV, speaker. Islam mengajarkan bagaimana beramal dengan ikhlas, tidak pamrih dan ingin dilihat orang. Bahkan dalam memberikan sesuatu sedekah diwajibkan kita untuk menyembunyikan tangan kirinya maksudnya jangan sampai orang lain mengetahuinya. Jelaslah umat ini adalah umat yang paling suci yang berhak atas surga, bandingkan anda yang beribadah seminggu sekali Cuma nyanyi-nyanyi dan main musik. Apa surga bisa dibeli dengan gitar, piano, suara anda doank.
9. Mengapa orang Muslim selalu diingatkan kalau mau berdoa, 5 kali sehari, dengan memakai pengeras suara, bukankah itu mengganggu umat lain ? Kalau ada suara yang keras dari Gereja, mereka pasti sudah demo minta gereja tersebut ditutup.
Saya katakan kepada anda bahwa yang terganggu itu hanya anda saja, karena anda memang memusuhi kami, bahkan Nabi kami. Umat Hindu, Budha mana ada yang kasih comment seperti anda! Itu sudah syariat dalam memanggil orang shalat. Agama anda juga membunyikan lonceng bahkan lebih menyakitkan ke telinga dan tidak ada indah-indahnya suara lonceng! Kami tidak keberatan. Saya balik bertanya kepada anda, kenapa umat kristiani beribadahnya hari Minggu? Karena sifat pembangkang pendahulu anda padahal semua diseru untuk bertuhan kepada Allah SWT dan beribadah shalat Jum’at tetapi umat Yahudi memundurkannya ke hari Sabat (sabtu) dan umat kristiani tidak mungkin mengikuti salah satunya, maka dipilihlah Minggu. Didemo minta ditutup wajarlah kalau menggangu ketenangan yang lain. Mana ada gereja di rumah-rumah komplek, ruko, apalagi sampai ingin membangun suatu gereja di lingkungan yang minoritas Kristen. Jelas dilarang dan aturannya jelas Keputusan pemerintah yang ini juga ingin umat Kristen ubah.
10. Mengapa orang Muslim cepat terangsang, kemudian memaksa pemeluk agama lain untuk menutup seluruh anggota badannya.
Yang ngomong gitu kan anda saja! Artinya anda memang punya pengalaman terangsang dengan gambar-gambar porno di majalah, tv atau internet kan? Kemudian pengalaman anda diletakan pada momen umat Islam mendukung RUU APP. Pintar sekali anda ya dalam urusan fitnah memfitnah!! Putar balik fakta, memojokan uamat Islam dengan statement anda seperti itu. Saya katakan kepada anda kalau umat lain mau telanjang bulat seperti binatang sekalipun di mall, I don’t care!! Umat Islam itu sudah sepakat yang namanya membuka aurat kepada yang bukan mahramnya adalah haram. Anda gak usah ikut campur urusan agama kami.
Dusta Penginjil LIPIA Palsu
Kesaksian Palsu " Bertemu Yesus di Saudi Aabia
Bukti kebohongan pendeta dan penginjil berserakan dihadapan kita. beberapa pendeta papan atas yang doyan dustapun banyak terbongkar, do antaranya Pendeta Jusuf Roni. Ia harus mendekam 7 tahun di LP Kalisosok Surabaya akibat misi bohongnya.
Pendeta Hagai Ahmad Maulana yang mengaku anak kandung KH Kosim Nurzeha, dibongkar oleh KH Kosim Nurzeha sendiri. Sedangkan, Pendeta Fachli bahrudin yang mengaku mantan Komandan Diklat Laskar Jihad Sukabumi, kedoknya dibongkar leh Ja'far Umar Thalib. Padahal, Ia mengaku telah membaptis ratusan orang di Lampung, 68 diantaranya Kiai Haji. pendeta Filemon yang mengaku membabtis KH Zainudin MZ, dibantah oleh dai sejuta umat itu sendiri.
Kini, muncul kesaksian bohong di tabloid Zaitun edisi 13/ Th1/2005. Di Rubrik kesaksian, redaksi menampilkan pengakuan 3 orang murtadin. Yang paling spektakuler adalah kesaksian mantan mahasiswa LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab).
Dengan judul Bertemu Yesus di Saudi Aabia, pemuda ini menceritakan pengalamannya saat memutuskan murtad. Tahun 1992, setamat kuliah dari perguruan tinggi swasta di Jakarta, sang murtadin mondok di jombang, jawa Timur. karena tak betah, ia hanya tahan empat bulan. Juli 1994, ia mendaftar ke LIPIA. Setelah mengikuti ujian masuk, ia diterima dan mendapat beasiswa untuk belajar di Universitas King Abdul Aziz, Jeddah, Saudi Arabia selama 3 tahun. November 1994, Ia berangkat ke Saudi Arabia, tinggal di apartemen di kawasan Fasyalia Street I Jeddah. Setelah belajar satu setengah tahun, Ia mulai mengerti kandungan al-Qur'an, yang memuat banyak kesaksian tentang Isa Almasih.
Tahun 1996 jam 9 malam, saat sedang membaca al-Qur'an di apartemen dengan pintu terkunci, tiba - tiba yesus nampak dan berbicara dalam bahasa Indonesia "Jangan takut, aku datang untuk menyelamatkanmu". Selanjutnya ia merasa roh kudus masuk dlam dirinya. Ia tersungkur, menangis dan mohon ampun. Ia msauk kristen tahun 1996. Setahun kemudian, pulang ke jakarta dan bekerja di Bank Swasta. 28 April 1999, pamannya yang tinggal di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, marah besar dan menggorok lehernya dengan clurit. Tapi, dengan bantuan Tuhan, ia bisa lolos dari maut meski lehernya terluka.
Dramatis bukan..?, meski Tabloid Zaitun tak menyebut nama penginjil yang dimaksud, Tim FAKTA menduga, ia adalah murtadin JOKO SAPUTRA. Kesaksian serupa pernah dimuat di tabloid Jemaat Indonesia, milik yayasan Doulos Jakarta, Desember 1999. Kesaksian Joko, menjadi kebanggaan umat kristen. Mereka menganggapnya sebagai pahlawan. Buktinya, kesaksian palsu ini beredar luas di internet sejak 1999. bagi umat Islam, apalagi bagi LIPIA dan kalangan santri, sangat menggelikan. Dustanya sangat mencolok.
Pertama, diterima kuliah di LIPIA Jakarta, tapi mendapat beasiswa ke Saudi Arabia. Ini tidak mungkin, karena LIPIA Jakarta adalah perwakilan Jami'ah(univesitas) Al-Imam Muhammad Ibnu Saud di Riyadh. Mahasiswa yang lulus seleksi di LIPIA Jakarta akan menempuh pendidikan di Jakarta dengan menempuh tiga jenjang, yaitu I'dad (persiapan bahasa) selama 2 tahun, Takmily selama 1 tahun dan Syari'ah selama 4 tahun.
Kedua, ia mendapat beasiswa ke Universitas King Abdul Aziz, Jeddah, Saudi Arabia selama 3 tahun. Hal ini tak mungkin terjadi, karena LIPIA adalah universitas Islam yang strukturnya menginduk pada Jami'ah Al-Imam Muhammad Ibnu Saud di Riyadh. Lucu sekali jika Joko bisa mendapat beasiswa dari LIPIA ke Universitas King Abdul Aziz yang note bene universitas umum, bukan universitas Islam.
Ketiga, ia mengaku bertahan 4 bulan belajar di pesantren, karena pelajarannya memakai huruf Arab tanpa bahasa Indonesia. Kemudian, ia belajar 3 tahun di Arab Saudi. Jika belajar bahasa Arab di Indonesia saja tak betah, bagaimana bisa belajar bahasa Arab tanpa bahasa Indonesia sama sekali di Arab Saudi..?
LIPIA adalah sebuah perguruan tinggi terkemuka milik kerajaan Saudi Arabia di Jakarta, yang sukses melahirkan dai dan ustadz handal di Indonesia. Ma'had yang bebas biaya ini menerapkan seleksi masuk sangat ketat dengan persyaratan khusus dan harus menyisihkan ribuan pelamar dari seluruh Indonesia.
Memang, Paulus sendiri melegalkan dusta untuk kepentingan misi, ebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aki masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ?" Roma 3:7
Keyakinan Joko bahwa Yesus Kristus mati untuk semua orang yang berdosa dan darah-Nya telah dicurahkan untuk menghapus dosa manusia, juga tak berdasar. Karena, doktrin penebusan dosa dalam Alkitab bukan firman Allah, tetapi tulisan Paulus, padahal ia tak pernah bertemu Yesus tapi mengaku diutus Yesys. Menurut Paulus, pelanggaran Adam di taman Eden mewariskan dosa pada manusia, yang disebut dosa waris. Dosa ini, hanya bisa ditebus oleh darah Yesus di tiang salib (Roma 5:12-15, 3:23-25, Galatia 1:3-4, I Timotius 2:5-6, Ibrani 9:28).
Doktrin Paulus ini bertentangan dengan ajaran para Nabi sebelumnya, yang menekankan keesaan Tuhan dan amal shalih. Konsekuensinya pelanggarannya pun bersifat individu. "Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya, setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri," Ulangan 24:16.
Bandingkan dengan Yehezkiel 18:20, Ulangan 24:16, Yeremina 31:29-30, II Tawarikh 25:4 "Pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya." Matius 16:27.
Firman Allah dalam al-Qur'an juga menentang doktrin dosa waris. Karena, setiap orang mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan mendapat sisksa dari kejahatan yang dikerjakannya. Maka, setiap orang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain. QS al-Baqarah:286, al-Isra':15, al-An'am:164, Yaasiin:54, al-Baqarah:123. Jadi, kesaksian Joko saputra tak bisa dipertanggungjawabkan secara moral dan teologi. (bersambung).
sumber : Majalah Sabili Edisi 7 Th XIII, Oleh Tim FAKTA


Benarkah Rasulullah Wafat Karena di Racun Wanita Yahudi?
Rasulullah Dihujat Umat Menjawab..
Postingan-postingan dari Netters kristiani kebanyakan bersumber dari Robert Morey/ Christoph Luxenberg atau situs2 spt indonesia.faithfreedom/ Islam Answering.
Melalui forum Swaramuslim ini sudah banyak netters Kristen yang memposting. Mulai dari (almarhum) dengan ID Wardi, Sastro, Luki Saputra, Gratil Ramon, Alfa&Omega, FX, Badai, dll Dan yang sekarang muncul adalah ID Dinihari. Karena yang terdahulu selalu kena Suspend, maka pasti akan muncul Wardi/Sastro –Sastro baru model Dinihari ini.
Berikut saya mencoba rangkum jawaban /postingan yang terdahulu tentang Fitnah - Fitnah Syubhat atas diri Rasulullah yang dikeluarkan oleh alm. Wardi/Sastro-Sastro baru ala Dinihari.
Syubhat-syubhat yang ditujukan atas diri rasulullah antara lain adl sbb :
1. Nabi Muhammad Wafat karena diracun wanita yahudi.
2. Allah = Dewa bulan ( Bulan dan Bintang diatas Mesjid sebagai simbol Dewa Bulan)
3. Allah membunuh Isa Almasih dan ada pertentangan dalam Al Qur'an..
Fitnah Syubhat Pertama :
Dinihari to HolyGhost, 12/05/05 1:42 AM “Siapa Bilang Yesus Disalib”- (Kristology)
Baca hadis dibawah ini :
Volume 5, Book 59, Number 713:
Narrated Ibn Abbas:
'Umar bin Al-Khattab used to let Ibn Abbas sit beside him, so 'AbdurRahman bin 'Auf said to 'Umar, "We have sons similar to him." 'Umar replied, "(I respect him) because of his status that you know." 'Umar then asked Ibn 'Abbas about the meaning of this Holy Verse:-- "When comes the help of Allah and the conquest of Mecca . . ." (110.1)
Ibn 'Abbas replied, "That indicated the death of Allah's Apostle which Allah informed him of." 'Umar said, "I do not understand of it except what you understand."
Narrated 'Aisha: The Prophet in his ailment in which he died, used to say, "O 'Aisha! I still feel the pain caused by the food I ate at Khaibar, and at this time, I feel as if my aorta is being cut from that poison."
Dikisahkan oleh Aisha : Rasulullah dalam keadaan sakit yang menyebabkan kematiannya, biasa berkata, "O, Aisha. Aku masih merasakan sakit akibat makanan yang aku makan di Khaibar, dan saat ini, aku merasa seolah-olah urat nadiku terputus akibat racun itu.
Berdasarkan hadis diatas, MUHAMMAD DALAM KEADAAN SAKIT SETELAH MAKAN MAKANAN DIKHAIBAR YANG DISUGUHKAN RACUN OLEH ORANG2 YAHUDI, YANG MENYEBABKAN KEMATIANNYA.
Jadi arguman siapapun yang mengatakan bahwa kejadian pengracunan kepada Muhammad adalah beberapa tahun sebelum kematian Muhammad, TELAH DIPATAHKAN. ![]()
Berikut adalah riwayat tentang perang Khaibar, riwayat Wanita Yahudi yang mencoba membubuhkan racun namun nabi Muhammad selamat, dan riwayat tentang wafatnya nabi.
1. Mengenai perang di Khaibar :
Dari Anas bin Malik ra., katanya : Rasulullah s.a.w. memasuki Khaibar pagi hari. Waktu itu mereka keluar kelapangan. Setelah mereka melihat beliau mereka berkata :”Muhammad dan tentara”. Lalu mereka segera menempati benteng mereka. Nabi s.a.w mengangkat kedua belah tangannya dan berdoa :
“Allahu Akbar”! Hancurlah Khaibar! Bila kami duduki lapangan suatu kaum, maka amat buruk pagi hari orang yang diberi peringatan (tetapi) tidak menurut.
(HR. Bukhari 1550)
Dari Abu Hurairah r.a., katanya : Setelah Khaibar diduduki, ada orang yang menghadiahkan daging kambing yang beracun kepada Nabi saw. Lalu beliau bersabda : “ Saya hendak bertanya kepadamu tentang satu hal ! Adakah kamu mau memberikan keterangan yang sebenarnya kepada saya!”. Mereka menjawab : “Ya” Nabi SAW bertanya kepada mereka :”Siapa ayahmu?” mereka itu menjawab :”Si Anu !” Lalu beliau bersabda :” kamu dusta, akan tetapi ayah kamu si “Anu”. Mereka itu berkata :” Benar Tuan!” Beliau bertanya :” Adakah kamu mau menjawab dengan benar kepada saya tentang sesuatu yang saya tanyakan ?” Ya, hai Abu Qasim! Sekiranya kami berdusta, tuan ketahui dusta kami sebagaimana tuan ketahui tentang ayah kami”. Beliau menanyakan kepada mereka : “Siapa ahli neraka”?” Mereka itu menjawab : “Kami berada didalamnya dalam masa yang singkat, kemudian kamu gantikan kami didalamnya”. Nabi saw lalu bersabda :”Kamu akan tetap disika dalam neraka itu, demi Allah! Kami tidak akan pernah menggantikan kamu didalam neraka itu”.
Kemudian beliau bersabda lagi : “ Adakah kamu mau menjawab dengan benar kepada saya tentang sesuatu yang saya tanyakan?” Jawab mereka : “Ya, hai Abu Qasim!” Beliau bertanya : “Adakah kamu isikan racun dalam daging kambing ini?” Jawab mereka :”Ya”. Tanya beliau : “ Apakah yang mendorong kamu berbuat demikian?” Jawab mereka :” Maksud kami ialah, kalau sekiranya tuan seorang pendusta, kami akan senang. Dan kalau sekiranya tuan seorang Nabi, racun itu tidak akan membahayakan tuan.” (HR. Bukhari 1412)
2. Pembuktian bahwa nabi Muhammad selamat dari racun yang diberikan oleh wanita Yahudi adl :
1. Perang Khaibar terjadi pada tahun 628 M (tahun ke 7 H) dan pada bulan February 629 M -
Zul Qa’dah 7 H) Nabi dan kaum Muslimin melaksanakan Umratul Qadha’.
2. Setelah perang Khaibar dapat ditaklukkan, Rasulullah menikah dengan Shafiyah binti Huyaiy
bin Akhtab. Pada tahun yang sama.
3. Bulan January 630 M (Ramadhan 8 H) Nabi Muhammad pun masih SEHAT WAL ‘AFIAT. Beliau
membuka kota Makkah dan menghancurkan semua berhala-behrhala yang ada disekitar
Ka’bah. Peristiwa ini dikenal dengan “FATHUL MAKKAH”.
4. 4 (Empat tahun) dari peristiwa Khaibar Rasulullah masih HIDUP!! Dan pada bulan maret 632
M, atau tepatnya Dzulhijjah 10 H) Rasulullah melaksanakan Haji Wada’ bersama-sama
dengan kira-kira 114.000,- orang kaum muslimin untuk menunaikan ibadah haji.
5. Pada bulan Mei 632M, atau bulan safar 11 H, Rasulullah menyiapakan Tentara Usamah
untuk pergi ke Negri Syam.
6. Pada tgl 7 Juni 632 M atau pada hari senin12 Rabi’ul awal (bertepatan dengan hari
kelahiran beliau) Nabi Muhammad wafat.
3. nabi Muhammad wafat karena sakit biasa dan bukan karena racun: :
Sebelum beliau wafat, Rasulullah tetap melaksanakan Dak'wah :
Dari Aisyah ra., katanya :" Ketika sakit Nabi bertambah berat, beliau meminta kepada semua istri beliau, supaya ia diizinkan selama sakit ia dirawat dirumahku, dan mereka semua mengizinkannya. Lalu Nabi pergi ke rumah Aisyah dipapah oleh dua orang laki-laki, sedangkan kedua belah kaki beliau tercecah menggaris tanah dinatara kedua orang laki-laki itu, yaitu Abbas dan seorang lagi."
Kata Ubaidillah, "Cerita Aisyah itu kuceritakan kepada Abbas, lalu dia menanyakan kepadaku, tahukah engkau siapa laki-laki yang seorang lagi itu?"
Jawabku, "Tidak!"
Katanya, "Dia adalah Ali".
Selanjutnya Aisyah menceritakan juga, bahwa setelah nabi saw. berada dirumahnya, sedangkan sakit nabi bertambah keras juga, maka beliau bersabda, "Siramkanlah kepadaku tujuh girbag air yang masih utuh, mudah-mudahan aku segera dapat melaksanakan da'wah kembali kepada orang banyak."
Lalu Nabi didudukkan kedalam sebuah bak mandi terbuat dari kuningan, kepunyaan hafshah, istri nabi saw, kemudian beliau kami sirami dengan air yang disuruhkan Nabi, sampai beliau memberi isyarat kepada kami, 'Sudah cukup."
Sesudah itu beliau pergi ke Mesjid menemui jamaah"
(HR Bukhari 135)
Justru orang yang tewas dibunuh akibat dusta yang diucapkan dan karena ajarannya yang dilakukan terjadi pada Paulus dan bukan pada Rasulullah.
Simak ayat berikut :
Ams 19:5 Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar.
Lihat kematian tragis orang yang dianggap 'suci' oleh kristen :
1. Paulus dari tarsus, orang yang dianggap sebagai 'rasul'
Dia dipenjarakan selama dua tahun di kota Roma, setelah sebelumnya ditangkap di
Yerusalem (Kisah Para Rasul 21:30) dan dipenjarakan di Kaisarea (Kisah Para Rasul 23:23-
24).
Menurut tradisi, setelah dua tahun Paulus dibebaskan dari penjara Roma dan lantas
melakukan perjalanan ke Spanyol, lalu kembali ke Timur, dan kembali lagi ke Roma dimana
dia kembali dipenjarakan untuk kedua kalinya. Akhirnya tewas di Roma dengan
cara dipenggal, di luar tembok-tembok kota pada tahun 67 selama penindasan oleh Kaisar
Nero.
Satu penulis sejarah yang bisa dipertanggungjawabkan tulisan-tulisannya berdasarkan bukti nyata adalah Eusebius, yang menuliskan bahwa :
1. Matius tewas disika dan dibunuh dengan pedang di Eithopia.
2. Markus tewas setelah badannya diseret hidup2 dengan kuda melalui jalan yang penuh batu hingga akhir ajalnya.
3. Lukas mati digantung di Yunani.
4. Yohanes direbus/ lebih tepatnya digoreng dengan minyak goreng mendidih di roma.
5. Thomas mati ditusuk oleh tombak di India.
6. dll
tulisan dari Eusebius tsb telah DITELITI DAN DITELUSURI / DISELIDIKI ULANG Oleh Penulis Sejarah Gereja kondang Mr. Scumacher.
Syubhat Kedua : Allah = Dewa bulan
Armagedon wrote to Jones (12/19/05 8:54 AM | E-movie : Bangsa Bangsa yang t... )
Anda tau nama "Allah" itu sudah ada sejak sebelum jaman Pra-Islam.. Nama itu juga digunakan untuk penyembahan Dewa Bulan... ![]()
berikut adalah kutipan dari situs Kristen yang menyatakan bahwa :
"Umat Kristen di Indonesia jangan sampai terjebak sentimen rasisme yang ditaburkan oleh Robert Morey, seorang fundamentalis kristen Amerika, dalam bukunya ‘The Islamic Invasions,’ ...
dilanjutkan dengan :
..." Akhirnya, misi Kristiani bukanlah untuk melecehkan ‘nama Allah’ Islam dan pengajarannya (Yang menunjukkan kekurang-tahuan bahasawi, dan bisa menjadi boomerang bagi Kristen Arab & Indonesia . Sekarang ada empat versi Alkitab dalam bahasa Arab dan semuanya menggunakan nama Allah untuk menyebut El PL dan Theos PB, dan selama 4 abad Alkitab Indonesia juga menggunakan istilah yang sama karena sudah menjadi kosakata Indonesia),"
silahkan membuka http://www.yabina.org/
atau link yang diberikan oleh Ikhwan Jones ;
Mengapa nama nama Malaikat, berakhir dengan “El” tidak dengan nama lainnya ?
All Archangels end with the "el" suffix. "El" meaning "in God"
Michael Meaning - "Who is like God", "Like unto God", "Who is like the Divine"
Raphael Meaning - "Healing power of God", "The Divine has healed", "God heals
Gabriel Meaning - "Strength of God"; "The Divine is my strength"; "God is my strength"
Uriel Meaning - "God is light", "God's light", Fire of God"
Dan ‘ El-El’ yang lain
http://www.jews-for-allah.org/Why-Believe-in-Allah/Allah-inthe-Jewish-Bible.htm
http://orvillejenkins.com/outlineintro/namesofgod.html
Ini ada komentar situs kristen tentang Robert Morey, penulis yang 'menemukan' allah = dewa bulan
Robert Morey Pakistan Christian Post
Robert A. Morey, treacherous thief, malicious person, third rate scholar, self appointed bishop, who is misleading the Christians and Pakistani Christians living in North America and with his spite, malice he has corrupted the Christianity.
http://www.moriel.org/articles/notice_board/facts_about_robert_morey.htm
Professor Athanassios Chliaris) have verified Jacob’s interpretation of the original Greek and Hebrew meanings and grammar.
Evangelical experts in Islam have also pronounced Morey to be a liar and a fraud and the Seminary from where he claims his doctorate in Islam publicly states that it is a fake. Every Evangelical in Islam expert we have consulted additionally dismisses Morey’s claim to have reads everything in the US Library of Congress on Islam as preposterous as it includes over 7,000 volumes!
http://www.moriel.org/articles/notice_board/robert_morey_debate_challenge.htm
Syubhat Ketiga : Allah membunuh Isa Almasih
dini wrote :
Dan rumusan kamu salah karena kamu katakan Isa as belum mati, tetapi telah diangkat oleh Allah swt, yang mana hal itu bertentangan dengan Ali 'Imran : 55. ![]()
Ketika Allah berkata: "Hai 'Isa ! Sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu dan akan mengangkat kamu kepadaKu serta akan membersihkan kamu dari mereka yang kafir..."
(Qs. ali-Imran 3:55)
Izqolallahu ya'Isa Inni mutawaffika warofi'uka,
Artinya adalah
"Ketika Allah berkata: "Wahai 'Isa ! Sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu dan akan mengangkat kamu kepadaKu,
Terjemahan ayat "Tawaffa" (mewafatkanmu) atau Makna dari "Tawaffa" adalah "Imatah" (mematikan), dan kematian itu telah terjadi sebelum 'Isa diangkat.
Kata "Tawaffa" tidak menunjukkan waktu tertentu dan juga tidak menunjukkan bahwa kematian itu telah berlalu, namun Allah Swt mewafatkannya kapan saja. Yang jelas tidak ada dalil bahwa waktunya telah terjadi/berlalu.
kata sambung /wau/ itu tidak memberi faedah urutan waktu. dalam urutan kata "Mutawafika" dengan kata "Warofi'uka"
(Mewafatkan dan mengangkat)
Kata wafat /Mutawafika ditasa dalam QS. AL IMRAN ayat 55 tsb bukan berarti WAFAT = MATI tetapi bisa juga bermakna TIDUR :
Dalil / keterangan tsb diatas bisa dilihat dalam Firman Allah berikut ;
Wahualladzi yatawaffakum billayli waya'lamuma jarohtum binnahari
Dan Dialah yang memegang/menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari.
(Qs. 6:60)
Allah memegang jiwa-jiwa ketika matinya dan jiwa yang belum mati di waktu tidurnya; lalu ditahanNya jiwa yang telah ditetapkan kematiannya dan dilepaskanNya yang lain sampai satu masa yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
(Qs. 39:42)
Rasulullah ketika bangun tidur mengucapkan:
Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia Mematikan kami (artinya, membangunkan kami setelah menidurkan kami) dan hanya kepada Dia saja tempat kembali.
(Hr. Bukhari)
Dia mengangkatmu (kelangit) lalu menurunkanmu (kedunia) dan mematikanmu sebelum hari kiamat, agar kamu menjadi salah satu tanda hari kiamat tiba.
Wa Immin ahlil kitabi 'ilal layu'minannabih; Qobla mauti
wayau mal qiyamah yakunu 'alaihim sahida
Dan tidak ada dari Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya sebelum matinya. Dan pada hari kiamat dia akan menjadi saksi terhadap mereka.
(QS. an-Nisaa' 4:159)
Kata "Qobla Mauti"
(sebelum matinya) pada ayat diatas, itu bisa kita terjemahkan juga sebelum kematian Nabi 'Isa Almasih pada akhir jaman nanti.
ayat 157 dan 158 dari surah an-Nisaa', menjelaskan bahwa Nabi 'Isa tidaklah mati dibunuh dan tidak juga disalib oleh orang-orang Yahudi dan Romawi itu, melainkan diangkat kepada-Nya.
Sekarang, kemanakah 'Isa al-Masih ini diangkat oleh Allah ?
al-Qur'an secara jelas menceritakan bahwa Nabi 'Isa al-Masih dan Maryam ibu kandungnya ini telah diselamatkan Allah kesatu tempat yang aman dan bagus, sebagaimana firman Allah berikut ini :
Waja'alna 'ibna maryama wa'ummahu; ayataw wa awayna huma ila robwatin zati qororiwwama'in
Kami jadikan putra Maryam dan ibunya satu bukti yang nyata dan Kami melindungi keduanya ditempat tinggi yang rata dan bermata air.
(Qs. 23:50)
Tetapi aku mengatakan ini yang benar kepadamu, bahwa berfaedahlah bagi kamu jikalau aku ini pergi, karena jikalau aku tidak pergi, tiadalah "Paraclete" itu akan datang kepadamu; tetapi jika aku pergi, aku akan memintakannya untukmu. Dan bilamana dia sudah datang, dia akan menerangkan kepada isi dunia ini mengenai dosa dan keadilan serta hukuman dari dosa, sebab mereka tidak mempercayaiku."
(Yohanes 16:7-9)
"Dan tatkala 'Isa putra Maryam berkata: hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada kamu, membenarkan Taurat yang turun sebelumku dan memberikan kabar gembira mengenai seorang Rasul sesudahku yang namanya Ahmad." (QS. ash-Shaff 61:6)
Demi dzat yang jiwaku dalam genggaman kekuasaan-Nya, niscayalah sudah amat dekat sekali saat turunnya 'Isa putera Maryam dikalangan engkau semua ..."
(Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
Dan tidak ada dari Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya sebelum matinya.
Dan pada hari kiamat dia akan menjadi saksi terhadap mereka.
(Qs. 4:159)
Pada ayat diatas Allah sudah menggambarkan, bahwa tidak akan ada seorangpun dari Ahli kitab, yaitu orang-orang Kristen, Yahudi dan berbagai umat lainnya yang pernah didatangkan Rasul dan petunjuk-Nya /kitab/ kepada mereka oleh Allah akan berbalik mengimani kenabian 'Isa al-Masih yang turun untuk kedua kalinya tetapi dengan misi universal sebagai pengikut ajaran Muhammad Saw dan meluruskan penyimpangan terhadap ajaran yang dulu dia bawa kepada umatnya, bangsa Yahudi menjelang kiamat kelak sebagai bukti dari janji Allah pada surah 9:33
Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya.
(Qs. 9:33)
Adapun turunnya nabi Isa a.s. bukanlah dengan membawa Risalah baru atau agama baru sehingga Nabi terakhir tetaplah Nabi shallallahu'alihi wa salamBahkan Nabi Isa a.s. akan beriman dengan risalah yang dibawa nabi shallallahualaihi wa salam.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Artinya : Bagaimana keadaanmu jika Ibnu Maryam telah turun kepadamu dan imam kamu dari golonganmu?" [Shahih Bukhari]
Benarkah Nabi Muhammad Tidak di Khitan?
Netters kristen cenderung untuk menuntut jawaban atas komentar yang dipostingkan, walau sebenarnya hal tsb sdh pernah dibahas oleh netters muslim. Tetapi karena didalam hati mereka ada penyakit (QS.2:10) maka kelak mereka akan mendapat balasan dari apa-apa yang mereka olok-olokkan.
Postingan terbaru ala Dinihari yang isinya hanya berupa hujatan/ fitnah dalam artikel Emovie : Bangsa Bangsa yang t... (mainforum1) akan saya buatkan tersendiri dalam artikel ini.
Fitnah Syubhat ke empat : Nabi Muhammad tidak berkhitan
Fitnah Syubhat ke lima : Nabi Muhammad, bukanlah seorang yang suci
Fitnah Syubhat Ke empat : : Nabi Muhammad tidak berkhitan
Dinihari to hamba : 12/23/05 1:31 AM | E-movie : Bangsa Bangsa yang t... (mainforum1)
Hamba, Islam yang ber-koar2 bahwa muslim harus disunat, tetapi Nabinya tidak pernah disunat secara Islam !Ya, Muhammad tidak pernah disunat secara Islam !Buktikan kepada saya bahwa Muhammad disunat menurut Islam !Cantumkan refrensinya dari ayat Quran atau Hadist ![]()
Ditinjau dari sisi sejarah, ternyata khitan (sunat) telah dikenal kira-kira 100 tahun sebelum Masehi. Ada beberapa alasan mengapa orang melakukan sunat. Philo, seorang Yahudi, mengungkapkan empat alasan orang melakukan khitan (sunat) :
1. Alasan kesehatan, untuk menghindari penyakit kelamin yang pada waktu dulu belum ditemukan obatnya.
2. Untuk mencapai kebersihan badan yang paling sempurna, terutama untuk kaum Paderi.
3. Suatu anggapan bahwa kelamin lelaki memiliki nilai yang sama dengan kasih (hati), sumber spritual dan intelektual.
4. Dengan bersunat berarti akan bertambah subur dan banyak anak.
Kejadian 17:12 menganjurkan anak lelaki dikhitan dalam usia 8 hari. Itulah sebabnya Nabi Isa as. pun dalam usia 8 hari dikhitan, kemudian secara resmi diberi nama Yesus (Lukas 2:21). Setelah itu, beliau dibawa ke Bait Allah di Yerussalem untuk diserahkan kepada Tuhan (Lukas 2: 22 dan 27) dan diberkati oleh Simeon ( Lukas 2 : 34 ).
Yesus dikhitan di samping dasar hukumnya telah disebut di atas, juga bersumber dari Imamat 12:1 s/d 8jo. Keluaran 13:2, sebagaimana para nabi lainnya pun semuanya dikhitan. Mereka antara lain :
- Adam ( Injil Barnabas 23 : 1 – 15 ). Maka tepatlah apa yang termaktub dalam Yahya 7 : 22 “Maka Musa sudah memberi kamu hukum bersunat itu, bukan asalnya dari Musa, melainkan dari nenek moyangmu.”
- Ibrahim, Ismail, dan Ishak ( Kejadian 17 : 24 – 26 dan 21 : 4 )
- Sampai zaman Harun dan Musa, khitan tetap berlaku ( Keluaran 12 : 43 )
- Yahya ( Yohanes ) dan Yesus dikhitan dalam usia 8 hari ( Lukas 1 : 59 – 60 dan 2 : 21 – 22 )
- Nabi Muhammad saw pun dikhitan, karena beliau dari kalangan Bani Ismail (bangsa Arab) yang juga merupakan keturunan Nabi Ibrahim as. Menurut riwayat yang shahih dari ulama ahli hadis, beliau dikhitan sesudah berusia 7 hari, oleh Abdul Muthalib, yang kemudian diberi nama Muhammad.
Hadits berikut meriwayatkan bahwa semua orang arab BERKHITAN.., Termasuk Rasulullah :
Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa Abu Sufyan bin Harb bercerita kepadanya, bahwa Heraclius ( Herclius, Raja Rumawi Timur yang memerintah tahun 610 – 630 M ) berkirim surat kepada Abu Sufyan menyuruh ia datang ke Syam bersama kafilah saudagar Quraisy ( Quraisy, nama suku bangsawan tinggi di negara Mekkah).
Waktu itu Rasullah saw, sedang dalam perjanjian damai dengan Abu Sufyan dan dengan orang-orang kafir Quraisy ( Perjanjian damai, yaitu Perjanjian Hudaibiyah yang dibuat tahun 6 H ).
Mereka datang menghadap Heraclius di Ilia ( Ilia, yaitu Baitul Maqdis (Jerusaalem) ) terus masuk ke dalam majlisnya, dihadapi oleh pembesar-pembesar Rumawi. Kemudian Heraclius Memanggil orang-orang Quraisy itu beserta Jurubahasanya.
Heraclius berkata, " Siapa di antara Anda yang paling dekat hubungan kekeluargaannya dengan laki-laki yang mengaku dirinya Nabi itu ?"
Jawab Abu Sufyan, " Saya ! Saya keluarga terdekat dengannya "
Berkata Heraclius ( kepada jurubahasanya ). "Suruh dekat-dekatlah dia kepadaku. Dan suruh pula para sahabatnya duduk dibelakangnya".
Kemudian berkata Heraclius kepada jurubahasa, "Katakan kepada mereka bahwa saya akan bertanya kepada orang ini (Abu Sufyan). Jika dia berdusta, suruhlah mereka mengatakan bahwa dia dusta".
Kata Abu Sufyan, "Demi Allah ! Jika tidaklah aku takut akan mendapat malu, karena aku dikatakan dusta, niscaya maulah aku berdusta".
Pertanyaannya yang pertama, "Bagaimanakah turunannya dikalanganmu ?"
Aku jawab "Dia turunan bangsawan dikalangan Kami".
Heraclius, "Pernahkah orang lain sebelumnya mengumandangkan apa yang telah dikumandangkannya ?"
Jawabku, "Tidak pernah".
Heraclius, "Adakah diantara nenek moyangnya yang menjadi Raja ?"
Jawabku, "Tidak!"
Heraclius, "Apakah pengikutnya terdiri dari orang-orang mulia ataukah orang-orang biasa ?"
Jawabku, "Hanya terdiri dari orang biasa-orang biasa".
Heraclius, "Apakah pengikutnya semakin bertambah atau berkurang ?"
Jawabku, "Bahkan selalu bertambah".
Heraclius, Adakah mereka yang Murtad ( Murtad, artinya kembali menjadi kafir sesudah beriman ), karena mereka benci kepada agama yang dipeluknya itu ?"
Jawabku, "Tidak !"
Heraclius, "Apakah menaruh curiga kepadanya dia berdusta sebelum dia mengumandangkan ucapan yang diucapkannya sekarang ?"
Jawabku, "Tidak !"
Heraclius, "Pernahkan dia melanggar janji ?"
Jawabku, "Tidak ! dan sekarang, kami sedang dalam perjanjian damai dengan dia. Kami tidak tahu apa yang akan diperbuatnya dengan perjanjian itu".
Kata Abu Sufyan menambahkan, "Tidak dapat aku menambahkan kalimat lain agak sedikitpun selain kalimat itu ( Jawab Abu Sufyan tidak dicukupkanya saja dengan kata "Tidak", tetapi ditambahkannya bahwa ia tidak tahu apakah Nabi Muhammad masih setia kepada janjinya atau tidak. Seakan-akan terbayang baginya kalau-kalau Nabi Muhammad melanggar janji setelah meninggalkan Mekkah ).
Heraclius, "Pernahkah kamu berperang dengannya ?"
Jawabku, "Pernah".
Heraclius, "Bagaimana peperanganmu itu ?"
Jawabku, Kami kalah dan menang silih berganti. Dikalahkannya kami dan kami kalahkan pula dia".
Heraclius, Apakah yang diperintahkannya kepada kamu sekalian ?"
Jawabku, "Dia menyuruh kami menyembah Allah semata-mata, dan jangan mempersekutukan-Nya. Tinggalkan apa yang diajarkan nenek moyangmu! Disuruhnya kami menegakan Shalat, berlaku jujur, sopan (teguh hati) dan mempererat persaudaraan".
Kata Heraclius kepada jurubahasanya, "Katakan kepadanya (AbuSufyan), saya tanyakan kepadamu tenatng turunannya (Muhammad), kamu jawab dia bangsawan tinggi. Begitulah Rasul-rasul yang terdahulu, diutus dari kalangan bangsawan tinggi kaumnya".
Saya tanyakan, "Adakah salah seorang di antara kamu yang pernah mengumandangkann ucapansebagai yang diucapkannya sekarang ?"
Jawabmu, "Tidak !"
Kalau ada seseorang yang pernah mengumandangkan ucapan yang diucapkannya sekarang, niscaya aku katakan, "Dia meniru-niru ucapan yang diucapkan orang dahulu itu".
Saya tanyakan, "Adakah di antara nenek moyangnya yang jadi raja ?"
Jawabmu, "Tidak Ada !"
Kalau ada di antara nenek moyangnya yang menjadi raja, niscaya kukatakan, "Dia hendak menuntut kembali kerajaan nenek moyangnya".
Saya tanyakan, "Adakah kamu menaruh curiga kepadanya bahwa ia dusta, sebelum ia mengucapkan apa yang ia ucapkannya sekarang ?"
Jawabmu, "Tidak !"
Saya yakin, dia tidak akan berdusta terhadap manusia apalagi kepada Allah.
Saya tanyakan, "Apakah pengikut terdiri dari orang-orang mulia ataukah orang-orang biasa ?"
Jawabmu, "Orang-orang biasa".
Memeng, mereka jualah yang menjadi pengikut Rasul-rasul.
Saya tanyakan, "Apakah pengikutnya bertambah banyak atau semakin kurang ?"
Jawabmu, "Mereka bertambah banyak".
Begitulah halnya IMAN hingga sempurna.
Saya tanyakan, Adakah di antara mereka yang murtad karena benci kepada agama yang dipeluknya, setelah mereka masuk ke dalamnya ?"
Kamu jawab, "Tidak !"
Begitulah Iman, apabila ia telah mendarah-daging sampai ke jantung-hati.
Saya tanyakan, "aAdakah ia melanggar janji ?"
Kamu jawab, "Tidak ?"
Begitu jualah segala Rasul-rasul yang terdahulu, mereka tidak suka melanggar janji.
Saya tanyakan, "Apakah yang disuruhkanya kepada kamu sekalian ?"
Kamu jawab, "Ia menyuruh menyembah Allah semata-mata, dan melarang mempersekutukan-Nya. Dilarang pula menyembah berhala, disuruhnya menegakan ahalat, berlakujujur dan sopan (teguh hati)".
Jika yang kamu terangkan itu betul semuanya, niscaya dia akan memerintah sampai ketempat aku berpijak di kedua telapak kakiku ini. Sesungguhnya aku telah tahu bahwa ia akan lahir. Tetapi aku tidak mengira bahwa dia akan lahir diantara kamu sekalian. Sekiranya aku yakin akan dapat bertemu dengannya, walaupun dengan susah payah aku akan berusaha datang menemuinya. Kalau aku telah berada di dekatnya, akan kucuci kedua telapak kakinya.
Kemudian Heraclius meminta surat Rasullah saw, yang diantarkan oleh Dihyah kepada pembesar negeri Bushra, yang kemudian diteruskan kepada Heraclius. Lalu dibacakan surat itu, yang isinya sebagai berikut :
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad, Hamba Allah dan Rasul-Nya. Kepada Heraclius, Kaisar Rumawi. Kesejahteraan kiranya untuk orang yang mengikut petunjuk. Kemudian, sesungguhnya saya mengajak Anda memenuhi panggilan Islam. Islamlah ! Pasti Anda akan selamat. Dan Allah akan memberi pahala kepada Anda dua kali lipat. Tetapi jika Anda enggan, niscaya Anda akan memikul dosa seluruh rakyat. Hai, Ahli kitab ! marilah kita bersatu dalam satu kalimah (prinsip) yang sama diantara kita, yaitu supaya kita tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah, dan jangan mempersekutukan-Nya dengan suatu apa pun. Dan janganlah sebagian kita menjadi yang lain menjadi Tuhan selain daripada Allah. Apabila Anda enggan menurut ajakan ini akuilah bahwa kami ini Muslim".
Kata Abu Sofyan, "Selesai ia mengucapkan perkataannya dan membaca surat itu, ruangan menjadi heboh dan hiruk pikuk; kami pun disuruh orang keluar. Sampai diluar, aku berkata kepada kawan-kawan, "Sungguh menjadi masalah besar urusan Anak Abu Kabsyah (Anak Abu Kabsyah, yakni nama ejekan yang dipanggilkan orang kafir Mekkah kepada Nabi Muhammad. Karena waktu kecil Nabi dipelihara oleh Halimah, yang suaminya bernama Abu Kabsyah). Sehingga raja bangsa kulit kuning itu pun takut kepadanya. Aku yakin, Muhammad pasti menang. Sehingga oleh karenanya Allah memasukkan Islam ke dalam hatinku".
Ibnu Nathur, pembesar negeri Ilia, sahabat Heraclius dan Uskup (Uskup, kepala pendeta) Nasrani di Syam dan menceritakan, "Ketika Heracliusdatang ke Ilia, ternyata pikirannya sedang kacau. Oleh karena itu banyak di antara para pendeta yang berkata: "Kami sangat heran melihat sikap Anda".
Selanjutnya kata Ibnu Nathur, Heraclius adalah seorang ahli Nujum yang selalu memperhatikan perjalanan bintang-bintang. Dia pernah menjawab pertanyaan para pendeta yang bertanya kepadanya : Pada suatu malam ketika saya mengamati perjalanan bintang-bintang, saya melihat Raja Khithan telah lahir (Khithan, khitan, sunat, memotong ujung kulit (kulup) pada ujung kemaluan laki-laki). Siapakah di antara umat ini yang telah dikhitan ?"
Jawab para pendeta "Yang berkhitan itu hanyalah orang Yahudi. Janganlah Anda risau karena orang Yahudi itu. Perintakan saja ke seluruh negeri dalam kerajaan Anda, supaya orang-orang Yahudi di negeri iru dibunuh ".
Ketika itu dihadapkan kepada Heraclius seorang utusan Raja Bani Ghassan untuk menceritakan perihal Rasullah saw. Setelah orang itu selesai bercerita, lalu Herclius memerintahkan agar dia diperiksa, apakah dia berkhitan atau tidak. Setelah diperiksa, ternyata memang dia berkhitan, Lalu diberitahukan orang kepada Heraclius.
Herclius bertanya kepada orang itu tentang orang-orang Arab lainnya, "Dikhitankah mereka atau tidak ?"
Jawabnya, "Orang-orang Arab itu dikhitan semuanya".
Heraclius berkata, "Inilah raja umat. Sesungguhnya dia telah lahir".
Kemudian Heraclius berkirim surat kepada seorang sahabatnya di Roma ( Roma sebuah kota tertua di Italia, yang sekarang menjadi ibikota negeri itu. Dahulunya adalah ibikota kerajaan Rum Barat. Menurut riwayat, konon kota itu didirikan oleh Romulus pada tahun 753 sebelum Masehi ) yang ilmunya setaraf dengan Heraclius (menceritakan tentang kelahiran Nabi Muhammad saw).
Dan sementara itu ia meneruskan perjalanannya kenegeri Hims ( Sebuah kota di Syam ). Tetapi sebelum dia sampai di Hims, balasan surat dari sahabatnya itu telah tiba lebih dahulu. Sahabatnya itu menyetujui pendapat Heraclius bahwa Muhammad telah Lahir dan beliau memang seorang Nabi.
Heraclius mengundang para pembesar Roma supaya datang ketempatnya di Hims. Setelah semuanya hadir dalam majlisnya, Heraclius memrintahkan supaya mengunci stiap pintu.
Kemudian dia berkata, "Wahai, bangsa Rum ! Maukah Anda semua beroleh kemenangan dan kemajuan yang gilang gemilang, sedangkan kerajaan tetap utuh di tangan kita ? Kalau mau, akuilah Muhammad itu sebagai Nabi !"
Mendengar ucapan itu mereka lari bagaikan keledai liar, padahal semua pintu telah terkunci. Melihat keadaan demikian, Heraclius jadi putus harapan yang mereka akan iman (percaya kepada Nabi Muhammad saw). Lalu diperintahkannya supaya mereka kembali ke tempat mereka masing-masing seraya berkata, "Sesungguhnya saya mengucapkan perkataan saya tadi, hanyalah sekedar menguji keteguhan hati Anda semua. Kini saya telah melihat keteguhan itu".
Lalu mereka sujud dihadapan Heraclius dan mereka senang kepadanya.
Demikianlah akhir kisah Heraclius. (Shahih Bukhari 5)
Adapun ayat yang secara tegas menyatakan bahwa Rasulullah wajib mengikuti ajaran Nabi Ibrahim ada dalam surat An nahl 123 :
“kemudian kami wahyukan kepadamu (Muhammad), ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif ….”
Dari Abu Hurairah ra : “saya mendengar Rasulullah SAW bersabda :”fitrah itu ada lima : khitan, mencukur bulu disekitar kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak”. (HR Bukhari - Muslim)
riwayat dari Utsman bin Kulaib bahwa kakeknya datang kepada Nabi Muhammad SAW dan berkata: "Aku telah masuk Islam." Lalu Nabi SAW bersabda: "Buanglah darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah." Kedua, riwayat dari Harb bin Ismail: "Siapa yang masuk Islam, maka berkhitanlah walaupun sudah besar."
Fitnah Syubhat Ke lima : : Nabi Muhammad, bukanlah seorang yang suci.
Dinihari to saif,
Muhammad kamu katakan suci ??????????????
Kalau orang suci, berarti dia tidak pernah melanggar perintah tuhannya.
Tetapi si Muhammad ini, telah melanggar Al Baqarah 2: 222 yang mana ayat tsb malarang mendekati wanita yang sedang Menstruasi/Haid.
Lihat hadis dibawah ini yang menyatakan apa kata Muhammad tentang melayani wanita/istri yang sedang Mens.
Al Bukhari. Volume 1, Book 6, Number 295:
Narrated 'Urwa:
A person asked me, "Can a woman in menses serve me? And can a Junub woman come close to me?" I replied, "All this is easy for me. All of them can serve me, and there is no harm for any other person to do the same. 'Aisha told me that she used to comb the hair of Allah's Apostle while she was in her menses, and he was in Itikaf (in the mosque). He would bring his head near her in her room and she would comb his hair, while she used to be in her menses."![]()
Kita lihat terjemahan hadits yang dikutip si DH ini kedalam bahasa Indonesia :
Cerita dari 'Urwah bahwa dia ditanya orang : "Bolehkah wanita haid melayaniku, dan bolehkah wanita junub mendekatiku?"
Jawab 'Urwah, Semuanya boleh bagiku. Semuanya boleh melayaniku dan tiada celanya. "Aisyah menceritakan kepadaku, dia pernah meyisir rambut Rasulullah SAW, ketika sedang haid. Padahal ketika itu Rasulullah sedang i'tikaf di masjid. Maka didekatkannya kepalanya kepada 'Aisyah yang sedang berada dikamarnya, lalu 'Aisyah menyisir rambut Rasulullah, padahal dia sedang haid"
{Hr. Bukhari 187}
Dini menyatakan bahwa :
Dalam hadis tsb, Muhammad berkata bahwa SEMUA ISTRI2NYA DAPAT MELAYANI MUHAMMAD, WALAUPUN MEREKA SEDANG MENS.
Dengan kata lain, tidak pandang siapa istri2 Muhammad, semua istri2 Muhammad dapat melayani Muhammad walaupun mereka sedang mens, jadi semua orang pun dapat melakukan seperti apa yang Muhammad lakukan (meniduri istrinya yang sedang mengalami datang bulan).
Jadi Muhammad adalah sama seperti saya, orang yang dapat melakukan dosa. Berarti Muhammad, bukan nabi suci, melainkan nabi yang tidak dapat menahan nafsu sexnya sehingga istri2-nya yang sedang mens dapat disetubuhinya, walaupun itu dilarang oleh Quran (Albaqarah 2: 222) ![]()
Padahal hadist yang dia 'kutip' untuk menghujat rasulullah adl menggambarkan bahwa ketika haid 'Aisyah MENYISIR rambut beliau dan tidak melakukan persetubuhan.
Ayat yang dia katakan bertentangan dengan al Baqarah 222 menceritakan bahwa :
Dan mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad), mengenai (hukum) haid. Katakanlah: “Darah haid itu satu benda yang mendatangkan mudarat.” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan (jangan bersetubuh dengan isteri kamu) dalam masa datang darah haid itu, dan janganlah kamu hampiri mereka (untuk bersetubuh) sebelum mereka suci. Kemudian apabila mereka sudah bersuci maka datangilah mereka menurut jalan yang diperintahkan oleh Allah kepada kamu. SesungguhNya Allah mengasihi orang-orang yang banyak bertaubat, dan mengasihi orang-orang yang sentiasa mensucikan diri.
Surat Al Baqarah tsb diturunkan atas jawaban dari pertanyaan yang ditujukan kepada Nabi Muhammad kala itu bagaimanakah sekiranya memperlakukan wanita yang sedang haid, karena kala itu pada zaman Jahiliyah orang yahudi / Majusi terlalu berlebih-lebihan dalam menjauhi isterinya ketika datang bulan, mereka sama sekali tidak mau makan, minum, duduk-duduk dan tinggal serumah dengan isterinya yang kebetulan datang bulan. Sementara orang Nasrani melakukan / menyetubuhi wanita yang sedang haid..
oleh karena itu Nabi Muhammad s.a.w. kemudian menjelaskan kepada mereka maksud daripada ayat tersebut, dengan sabdanya sebagai berikut.
Saya hanya perintahkan kepadamu supaya kamu tidak menyetubuhi mereka ketika mereka itu dalam keadaan haidh; dan saya tidak menyuruh kamu untuk mengusir mereka dari rumah seperti yang dilakukan oleh orang ajam.
Ketika orang-orang Yahudi mendengar penjelasan ini, kemudian mereka berkata: si laki-laki ini (Nabi Muhammad) bermaksud tidak akan membiarkan sedikitpun dari urusan kita, melainkan ia selalu menyalahinya."
Kontroversi Trinitas
Banyak hal sudah terjadi pada masa lalu sehubungan dengan perbedaan sudut pandang terhadap konsep Trinitas yang berakhir dengan pembantaian terhadap mereka yang menolak doktrin tersebut.
Berikut beberapa tokoh anti-Trinitas yang hidupnya harus berakhir secara mengenaskan itu.
1. Iranaeus (130-200 M), dia lahir disaat ajaran Kristen Antiokia sudah menyebar ke Afrika Utara, Spanyol hingga ke Prancis Selatan. Tidak banyak catatan sejarah mengenai asal-usul dan kedewasaannya, sejarah mulai mencatat masa dimana Iranaeus membawa surat petisi dari Uskup Lyons Pothinus kepada Paus Elutherus di Roma.
Petisi itu berupa permohonan Pothinus kepada Paus untuk menghentikan pengejaran, penyiksaan dan pembunuhan terhadap orang-orang Kristen yang tidak menyetujui doktrin gereja Pauline.
Ketika masih berada di Roma, Iranaeus mendapat berita bahwa semua orang Kristen yang tidak sepaham dengan Paulus yang ada di Lyons Antiochia termasuk uskup Pothinus sendiri telah tewas dibunuh. Dan pada waktu kembali ke Lyons, Iranaeus menggantikan Ponthinus untuk menjabat sebagai uskup dinegrinya.
Ditahun 190 M, Iranaeus sendiri menulis surat kepada Paus Victor agar menghentikan pembantaian terhadap orang-orang Kristen yang dibunuh karena keyakinan mereka yang berbeda dengan keyakinan gereja Paulus.
Cerita lama kembali terulang, Iranaeus sendiri terbunuh pada tahun 200 M karena tidak bersedia mengikuti keyakinan Paus, Iranaeus hanya beriman dan mengakui kepada satu Tuhan, yaitu Allah, dan dia mendukung pengajaran kemanusiaan Jesus yang diangkat oleh Allah menjadi utusan-Nya.
Iranaeus banyak melakukan kritikan terhadap Paulus karena dianggapnya sebagai orang yang paling bertanggung jawab didalam memasukkan doktrin-doktrin dari agama berhala dan filsafat Plato kedalam ajaran sejati Jesus.
Didalam bukunya, "Universalism The Prevailing Doctrine Of The Christian Church During Its First Five Hundred Years" ditulis oleh J.W. HANSON, D. D menyatakan mengenai Iranaeus ini sebagai berikut :
In a germinal form of the Apostle's Creed, Irenæus, A.D. 180, says that the judge, at the final assize, will cast the wicked into aionian fire. It is supposed that he used the word aionian, for the Greek in which he wrote has perished, and the Latin translation reads, "ignem aeternum."
2. "Tertullian" (160-220 M), dia adalah seorang penduduk asli Carthage (Kartago).
Tertullian sebagaimana juga dengan Iranaeus, meyakini ke-Esaan Allah dan mengidentifikasikan Jesus sebagai juru selamat (Messiah) bangsa Yahudi. Dia menentang Paus Callistus karena mengajarkan "dosa asal" telah diampuni setelah melaksanakan penebusan dosa resmi dibawah gereja.
Tertullian menekankan tentang kesatuan jiwa dan eksistensi dan mengatakan bahwa orang-orang yang sehat akalnya pasti meyakini bahwa Jesus hanyalah manusia belaka.
Paus Callistuslah yang memperkenalkan istilah "Trinitas" kedalam tulisan-tulisan "ecclesiastical" (gerejawi) Latin ketika ia membahas doktrin baru yang aneh tersebut. Istilah Trinitas sendiri sama sekali tidak pernah digunakan dalam kitab-kitab suci.
3. "Origen" (185-254 M). Ayahnya bernama "Leonidas" dan mendirikan pusat pendidikan teologi dengan mengangkat seorang guru Teologi terkemuka bernama Clement sebagai kepala lembaga tersebut. Origen sendiri mendapatkan pendidikan ditempat itu.
Leonidas adalah seorang pengikut Kristen Apostolik, yaitu ajaran monotheisme (ke-Esaan Tuhan) dan mengakui kehambaan dari Jesus.
Sebagaimana kita tahu, gereja Paulus tidak mau menerima kepercayaan seperti yang dipegang oleh Leonidas ini, dan sebagai konsekwensinya pada tahun 208 Leonidas tewas dibunuh oleh orang-orang Paus.
Karena merasa dirinya juga terancam, Clement segera meninggalkan Alexandria. Dan sebagai gantinya, Origen meneruskan kepemimpinan Clement sebagai kepala sekolah Teologi.
Pada tahun 230 M, Origen dinobatkan sebagai seorang Pendeta di Palestina, namun karena Origen telah mengajarkan konsep Monotheisme didalam gereja, Uskup Demerius akhirnya memecat Origen dan mengusirnya dari gereja (persis seperti yang dinubuatkan Jesus dalam Yoh 16:1-3 -pen).
Origen mengungsi ke Caesarea dan mendirikan pusat pendidikan Teologi ditempat itu pada tahun 231 M yang akhirnya membawa nama harum kepadanya.
Jerome, seorang penulis Injil pertama dalam bahasa Latin, pada mulanya merupakan orang yang sangat mendukung Origen, namun akhirnya Jerome berbalik kepada gereja Paulus dan menarik garis permusuhan terhadap Origen.
Jerome berusaha agar Origen mendapatkan kecaman dan pengadilan dari gereja setempat, namun popularitas Origen terlampau besar dan tidak memungkinkan bagi Uskup John untuk melakukannya, sehingga atas rencananya ini mengakibatkan Jerome sendiri tersingkir dari kalangan gereja.
Namun pada tahun 250 M, Origen dikecam oleh Konsili Alexandria dan dijebloskan kedalam penjara serta mendapatkan penyiksaan yang terus menerus oleh pihak gereja Paulus sehingga mengakibatkan kematiannya pada tahun 254 M.
Origen telah menulis sekitar 600 buah karangan dan risalah. Dia adalah salah seorang yang paling berperan dalam sejarah gereja dan telah gugur sebagai seorang syuhada yang membela ajaran Allah sejati.
Dimasa mudanya sampai menjelang akhir hayatnya, Origen tetap mempertahankan pengajaran ke-Esaan Tuhan (The Unity of God), meyakini bahwa hanya Allah saja yang berkuasa dan Jesus adalah manusia biasa dan hamba Allah, bukan Allah itu sendiri.
4. "Diodorus", seorang Uskup yang berasal dari negri Tarsus, tanah kelahiran Paulus.
Diodorus merupakan tokoh Kristen terkemuka di Antiochia, dia berpendapat bahwa dunia ini selalu berubah-ubah, perubahan itu sudah ada sejak dahulu. Dan itu menunjukkan ada sesuatu yang tetap dibalik perubahan itu.
Lebih jauh lagi, keberagaman eksistensi dan kebijaksanaan yang diperlihatkan dalam setiap proses perubahan itu sendiri, menunjukkan terhadap kesatuan asal yang mendasarinya dan memperlihatkan kehadiran Sang Pencipta dan Pemelihara. Inilah menunjukkannya adanya satu Pencipta Yang Maha Esa.
Diodorus menekankan sifat kemanusiaan secara menyeluruh dalam diri Jesus yang memiliki jiwa manusia dan daging manusia, tidak ada unsur ketuhanan sama sekali.
5. "Lucian", seorang yang dikenal keluasan ilmunya terhadap bahasa Ibrani dan Yunani. Lucian tidak menginduk terhadap salah satu gereja dari tahun 220 sampai 290 M. Pengajaran Lucian adalah Monotheisme, yaitu pengesaan Allah dalam segala bentuk-Nya.
Lucian percaya kepada penafsiran gramatikal dan literal (sesuai dengan bunyi lahir suatu kata) dari kitab-kitab suci (Bible). Dia menentang kecenderungan untuk mencari-cari makna symbolis dan kiasan dari teks-teks Injil, dan percaya kepada suatu pendekatan empiris dan kritis terhadap kitab-kitab tersebut. Dia mengatakan bahwa dengan mencari-cari makna symbolis tersebut, dapat berakibatkan dengan penambahan dan pengurangan pada Injil yang berarti hilangnya kemurnian ajaran Jesus.
Lucian menghilangkan perubahan-perubahan yang terjadi pada kitab Injil yang diterjemahkan kedalam bahasa Yunani (Septuaginta), beliau telah mengadakan revisi terhadap empat Injil yang menjadikannya berbeda dengan Injil-Injil yang dipergunakan oleh gereja Paulus.
Lucian menolak paham trinitas dan sebaliknya begitu menekankan ajaran Tauhid, bahwa hanya Allah saja Tuhan alam semesta yang patut disembah, sedangkan Jesus hanyalah manusia biasa yang diangkat menjadi Utusan-Nya.
Atas sikapnya ini, Lucian menjalani penyiksaan dari pihak gereja Paulus dan dihukum mati pada tahun 312 M.
Perselisihan pendapat terbesar di kalangan pemikir Trinitas yang akhirnya menjadi satu legenda menyangkut dunia ketuhanan Kristen adalah kontroversi 'Aryan Heresy' atau pernyataan anti-trinitas yang dikemukakan oleh Arius (256-336 M).
Arius adalah salah seorang murid utama Lucian berkebangsaan Lybia yang juga pernah bersama-sama dengan gurunya menegakkan Monotheisme, Arius sendiri merupakan seorang presbyter (ketua majelis gereja) digereja Baucalis Alexandria, salah satu gereja tertua dan terpenting dikota itu pada tahun 318 M.
Sejak wafatnya Lucian pada tahun 312 M ditangan orang-orang gereja Paulus, perlawanan Arius terhadap doktrin Trinitas semakin mengkristal, dan dalam perjuangannya ini, Arius justru mendapatkan dukungan dari dua orang saudari Kaisar Constantin yang bernama Constantina dan Licunes.
Arius dianggap sebagai seorang pemberontak Trinitas dengan mempergunakan argumen logika :
"Jika Jesus itu benar-benar anak Tuhan, maka Bapa harus ada lebih dahulu. Oleh karena itu harus ada "masa" sebelum adanya anak. Berarti anak adalah makhluk. Maka dari itu anak tidak selamanya ada atau tidak abadi. Sedangkan Tuhan yang sebenarnya adalah abadi, berarti Jesus tidaklah sama dengan Tuhan."
Atas argumentasi Arius tersebut, sekitar seratus orang Pastur Mesir dan Lybia berkumpul untuk mendengarkan pertanggung jawaban Arius. Dan diwaktu itu juga Arius mengemukakan kembali pemandangannya :
"Ada masa sebelum adanya Jesus, sedangkan Tuhan sudah ada sebelumnya. Jesus ada kemudian, dan Jesus hanyalah makhluk biasa yang bisa binasa seperti makhluk-makhluk lainnya. Tetapi Tuhan tidak akan binasa."
Arius juga memperkuat argumentasinya dengan sejumlah ayat-ayat Bible seperti Yohanes 14:8: "Bapa lebih besar daripada Jesus"; Seandainya kita mengakui bahwa Jesus adalah sama dengan Tuhan, maka kita harus menolak kebenaran ayat Yohanes tersebut.
Argumen Arius ini secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut :
Jika Jesus memang "anak Tuhan", maka akan segera disertai pengertian bahwa "Bapak Tuhan" haruslah ada terlebih dahulu sebelum adanya sang "Anak".
Oleh sebab itu tentulah akan terdapat rentang waktu ketika "Anak" belum ada.
Oleh karenanya, "Anak" adalah makhluk yang tersusun dari sebuah "esensi" atau makhluk yang tidak selalu ada.
Karena Tuhan merupakan suatu zat yang bersifat mutlak (abadi, alpha dan omega), maka Jesus tidak mungkin bisa menjadi "esensi" yang sama sebagaimana "esensi" Tuhan.
Kesimpulan pendapat Arius, bahwa hanya ada satu Tuhan, yaitu Tuhan yang selalu Ada dan tidak mempunyai asal usul, Dia Ada tanpa keberadaan sebelumnya. Dalam hal ini Arius membedakan antara unsur keistimewaan yang tetap ada di dalam Tuhan, yang merupakan kekuatan yang kekal dengan unsur keistimewaan Jesus sebagai suatu kelebihan yang diberikan oleh Tuhan selayaknya seorang Nabi dan itu tidak bersifat kekal.
Arius menjabarkan bahwa Jesus yang disebut Tuhan anak ini merupakan makhluk, sebab ia telah diciptakan oleh Tuhan Bapa sekalipun umpamanya benar diri Jesus sendiri diciptakan sebelum proses penciptaan Abraham (Nabi Ibrahim) sebagaimana yang diriwayatkan dalam kitab Perjanjian Baru -Injil Johanes pasal 8 ayat 58, namun dalam hal ini, status Jesus tetaplah merupakan makhluk ciptaan dan dia bukan Tuhan.
Argumen Arius ini tidak bisa terbantahkan, dan mulai tahun 321 M, Arius dikenal sebagai seorang presbyter pembangkang dan mendapatkan banyak dukungan dari Uskup-uskup daerah Timur.
Untuk mendukung pandangan-pandangannya, Arius mengemukakan sejumlah ayat didalam kitab Perjanjian Baru yang memperlihatkan Jesus selaku anak dari Tuhan Bapa berkedudukan di bawah Tuhan Bapa seperti kitab Matius 28:18, kitab Markus 13:32, kitab Lukas 18:19, kitab Johannes 5:19; pasal 14:28, serta surat kiriman 1 Korintus pasal 15 ayat 28.
Konflik ini semakin menjadi memanas setelah Athanasius (293-373 M), salah seorang tokoh agama dan cendikiawan besar yang mendukung doktrin Trinitas turut dalam perselisihan tajam dengan Arius.
Untuk menengahi pertentangan ini lebih jauh, maka oleh Kaisar Konstantin (280-337 M) dibentuklah suatu konsili (musyawarah besar) di Nicea (Asia Kecil - dekat kota Konstantinopel) pada tahun 325 M (abad ke-IV) dengan diikuti oleh para Uskup, tokoh-tokoh Theologi kenamaan dan banyak Sarjana Gereja, Konsili tersebut dikenal juga dengan nama Konsili Oikumonis I (Oikumene berarti seluruh dunia yang didiami bangsa manusia).
Dalam musyawarah itu, pengikut Arius menolak pandangan tentang penciptaan eternal (penciptaan yang bebas dari dimensi waktu), sementara Athanasius mempertahankannya. Pengikut Arius mengatakan bahwa anak diciptakan dari tidak ada, sementara Athanasius mengatakan bahwa anak diciptakan dari esensi Tuhan Bapak. Pengikut Arius berpendapat bahwa Tuhan anak tidak sama substansinya dengan Tuhan Bapa sementara Athanasius berpendapat sebaliknya.
Setelah titik penyatuan pandangan tidak juga berhasil dicapai dari kedua belah pihak yang berdebat, akhirnya kaisar Konstantin memberikan pernyataan bersayap (keputusan yang sifatnya bebas untuk ditafsirkan oleh pihak manapun) demi untuk menjaga kestabilitasan keadaan negrinya.
Adapun keputusan kaisar Konstantin ini menyebutkan bahwa Jesus memiliki sifat yang "Homousius" dengan Tuhan Bapa, istilah "Homousius" sendiri bisa berartikan satu hakekat, satu keadaan atau juga memiliki hubungan yang rapat satu sama lainnya.
Keputusan Konsili itu juga berhasil merumuskan "SYMBOLUM APOSTOLICUM" (Syahadat para Rasul) kata “syahadat” sendiri berasal dari kata bahasa Latin “credo” yang artinya “aku percaya”, dimana inti dari rumusan ini menggaris bawahi tentang ketiga pribadi dalam Tuhan yang satu itu adalah sejajar, walaupun digunakan istilah Bapa dan Anak.
“Credoin Deo Patri omnipotentem
(aku percaya akan Allah Bapa Yang Maha Kuasa)
Creatorem coeli et terrae
(pencipta Langit dan Bumi)
Et in Iesum Christum, Fillium eius unicum, Dominium nostrum
(dan akan Jesus Kristus, PutraNya yang Tunggal Tuhan kita)
Qui conceptus est de Spiritu Sancto, natus ex Maria Virgine
(yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria)
Passus sub Pontio Pilato, crucifixus, mortuus et sepultus
(yang menderita sengsara dalam Pemerintahan Ponsius Pilatus; disalibkan wafat dan dimakamkan)
Descendit ad inferna (inferos)
(yang turun ketempat penantian)
Tertia die resurrexit a mortuis
(pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati)
Acendit ad coelos, sedet ad dexteram Dei Patris omnipotentis
(yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa)
Inde venturus est iudicare vivos et mortuos
(dari situ Dia akan datang mengadili orang yang hidup dan mati)
Credo in Spiritum Sanctum
(aku percaya akan Roh Kudus)
Sanctam Ecclesiam catholicam, sanctorum communionem
(Gereja Katolik yang Kudus, persekutuan para kudus)
Remisionem peccatorum
(pengampunan dosa)
Carnis resurrectionem
(kebangkitan badan)
Vitam eternam
(kehidupan kekal)
Amen
(Amin)”.
( Sumber Credo dari http://www.katolik.net/ )
Pasca Konsili Nicea I, Athanasius berhasil membujuk kaisar untuk membuang Arius kesatu tempat yang jauh serta membakar semua tulisan-tulisan pemikiran Monotheismenya dengan alasan bahwa Arius masih tidak puas terhadap keputusan Kaisar. Hal ini tidak berlangsung lama sebab Kaisar Konstantin dengan dukungan Uskup Eusebius yang menentang paham Trinitas memanggil pulang Arius dari pengasingannya dan mengakui bahwa konsepnya mengenai Monotheisme lebih bisa diterima ketimbang paham Trinitas.
Pada tahun 336 Arius diangkat menjadi Pastur di Constantinopel dan dalam satu muslihat yang licik, dia berhasil dibunuh.
Semenjak tahun 340 M (tiga tahun setelah kematian Kaisar Konstantin pada tahun 337 M dan digantikan oleh Kaisar Theodosius), perselisihan antara Monotheisme dengan Trinitas kembali mencuat kepermukaan dan penyelesaian yang diberlakukan Gereja dengan dukungan pihak-pihak kerajaan tidaklah memuaskan semua pihak serta hanya bersifat sementara, sebab keyakinan pihak Istana sendiri tidak mempercayai pengajaran Injil sehingga setiap kali ada pergantian kaisar maka selalu ada perubahan suasana, dan ini bisa mengubah setiap titik dari keputusan Dewan Nicea sebelumnya. Pihak yang menang saat itu bisa berbalik menjadi pihak yang dikalahkan atau dipersalahkan di kemudian hari oleh kerajaan. Dan sejarah inilah yang akhirnya paling sering terjadi dalam kontroversi doktrin Trinitas dimasa lalu.
Empat puluh lima tahun setelah kematian Arius, Konsili Nicea (Nicene Creed) yang pernah digelar pada tahun 325 M kemudian diadakan lagi pada tahun 381 M, yang menghasilkan pernyataan "Syahadat Konsili Nicea Konstantinopel", yang mana isinya adalah :
“Aku percaya akan satu Allah
Bapa yang Maha Kuasa
Pencipta langit dan bumi
Dan segala sesuatu yang kelihatan
Dan tidak kelihatan.
Dan akan satu Tuhan, Yesus Kristus,
Putra Allah yang tunggal.
Ia lahir sebelum segala abad.
Allah dari Allah,
Terang dari Terang.
Allah benar dari Allah benar.
Ia dilahirkan, bukan dijadikan
Sehakikat dengan Bapa.
Segala sesuatu dijadikan olehNya.
Ia turun dari surga untuk kita manusia
Dan untuk keselamatan kita.
Ia dikandung dari roh Kudus,
Dilahirkan oleh perawan Maria,
Dan menjadi manusia
Iapun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus.
Ia wafat kesengsaraan dan dimakamkan.
Pada hari ketiga Ia bangkit, menurut Kitab Suci.
Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa.
Ia akan kembali dengan mulia,
Mengadili orang yang hidup dan yang mati.
KerajaanNya takkan berakhir.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Ia Tuhan yang menghidupkan,
Ia berasal dari Bapa dan Putra
Yang serta Bapa dan Putra disembah dan dimuliakan.
Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.
Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik,
Aku mengakui satu pembaptisan, akan pengampunan dosa.
Aku menantikan kebangkitan orang mati
Dan hidup di akhirat.
Amin.”
Dalam sejarah internal gereja Trinitas sendiri, semenjak kerajaan Romawi Barat dan Romawi Timur berpisah, gereja-gereja penganut paham ketuhanan Trinitas pun terpisah menjadi gereja barat dan gereja timur.
Kata "gereja" sebenarnya berasal dari kata "igraja" yang diperkenalkan di Indonesia oleh para misionaris Portugis. Kata "igraja" tersebut berasal dari kata Latin "ecclesia" yang pada awalnya berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu "ekklesia" yang artinya "kumpulan" atau "pertemuan", sehingga makna umum dari gereja itu adalah tempat berkumpul orang-orang tertentu dan dalam hal ini adalah orang-orang yang meyakini asas ketuhanan Trinitas.
Adanya gereja Barat dan gereja Timur ini akhirnya membawa perpecahan-perpecahan sendiri yang mengakibatkan ajaran Trinitas terbagi dalam banyak sekte atau aliran, perpecahan awalnya adalah larangan yang dibuat oleh Kaisar Romawi Leo III pada tahun 726 M kepada umat Trinitas agar jangan mengkuduskan dan membuat patung-patung atau gambar-gambar (Icono Clasts) berkenaan dengan keyakinan dunia Kristen Trinitas seperti gambaran Jesus, Mariah atau orang-orang yang dianggap suci lainnya.
Perintah Kaisar Leo III ini dikukuhkannya lagi pada tahun 730 M dengan pemikiran bahwa hal ini merupakan perbuatan keberhalaan dan bertentangan dengan Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru sendiri.
Larangan ini diberlakukan sampai pemerintahan Kaisar Konstantin IV dan Kaisar Leo IV, sementara pemimpin gereja Timur yang disebut Paus Gregori II dan Paus Gregori III serta Germanius dengan dukungan gereja Konstantinopel dan Kaisar Irene justru memberikan persetujuan pemujaan gambar-gambar keagamaan, perselisihan yang panjang dan lama ini akhirnya diselesaikan dengan dicabutnya larangan ini pada Sidang Umum ketujuh yang berlangsung di Nicaea tahun 787 M.
Namun perpecahan di antara keduanya tidak akan diatasi oleh sidang tersebut dan masalah ini mengemuka pada abad ke 11 M pada waktu Roma menerima pemberian suatu tambahan ke dalam Nicene Creed, suatu hal yang tidak disetujui Gereja Timur. Tambahan itu adalah "dan anak" setelah frasa "kami percaya dalam Roh Kudus, Tuhan pemberi kehidupan, yang diturunkan dari Tuhan Bapa..." Jadi, Gereja-gereja Timur tidak menerima bahwa Roh Kudus diturunkan dari Tuhan Bapak dan Anak, melainkan hanya dari Tuhan Bapa saja.
Tentang masalah ini Timur dan Barat sama sekali tidak mempunyai titik temu dan menimbulkan pemisahan tahun 1054, karena wakil Paus menempatkan surat-surat ekskomunikasi pada altar St. Sophia di Konstantinopel. Sejak itulah muncul Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Yunani.
Kata "Katolik" berarti "univeral", "memiliki sifat-sifat totalitas" atau "utuh". Dengan demikian Gereja Katolik adalah tempat berkumpul universal, dimana setiap orang telah dipanggil untuk membawa kabar sukacita Injil kepada setiap orang, kepada setiap bangsa, kepada setiap penjuru dunia.
Pusat gereja Katolik di dunia, gereja Santo Petrus Basilica (St. Peter’s Basilica) yang dibangun di Vatikan, adalah tempat dimana Petrus (Symeon -salah seorang murid Jesus) dimakamkan. Saat ini, kuburan dari Petrus berada di dalam tanah, persis dibawah altar utama di antara tiang-tiang penopang kubah Bernini.
Unsur-unsur doktrinal membuat mereka tetap terpisah: Gereja Katolik dipimpin oleh satu tampuk pimpinan yang disebut Paus, sementara Gereja Ortodoks menyerahkan kepemimpinan di tangan para bishop atau patriark (berarti Uskup); pandangan tentang Roh Kudus juga berbeda, Gereja Ortodoks tetap memberikan kedudukan penting bagi ikon-ikon dalam pemujaan, para pelayan gerejanya dibolehkan menikah, dan lain-lain.
Kata "Paus" ("Pope") artinya "Bapa" yang diambil dari bahasa Yunani. Didalam penggunaan bahasa Latin, kata ini lebih menunjukkan rasa hormat. Pada jaman Reformasi, kaum Protestan tidak setuju dengan istilah yang terkesan eksklusif tersebut, maka istilah "Paus" lebih sering disebut sebagai "Uskup Roma" (Bishop of Rome) seperti istilah pertamanya di jaman awal; Paus adalah pemimpin tertinggi Gereja Katolik dan sekaligus merupakan Ketua dari Dewan Para Uskup.
Walaupun pada mulanya kota Yerusalem dianggap sebagai pusat kesucian (karena disana terletak Bait al-Maqdis), namun sikap permusuhan yang diperlihatkan orang-orang Yahudi sendiri yang menguasai Yerusalem terhadap hal-hal yang berbau Jesus, mendorong pemindahan pusat Kristen; mula-mula ke Antiokia, lalu bergeser kekota Roma.
Paus memegang kekuasaan tertinggi, yang melampaui kekuasaan raja dan ratu. Namun sejak akhir abad keempat belas mulailah timbul tantangan terhadap kekuasaan Paus yang begitu besar. Timbullah gerakan reformasi yang dimulai Lollards dan Hussites; gerakan ini berubah menjadi ancaman serius terhadap supremasi Gereja Katolik ketika tahun 1617, seorang imam bernama Martin Luther menentang keras penjualan surat aflat (pengampunan dosa) oleh gereja.
Dia lalu menolak supremasi Paus, serta menghasut para bangsawan Jerman untuk memberontak dan memisahkan kekuasaan mereka. Para bangsawan, yang sebelumnya terdisilusi dengan kontrol oleh Gereja dan Paus, membutuhkan sedikit dorongan dan banyak diantara mereka segera bergabung dengan Martin Luther serta mendirikan gereja tersendiri, mereka dikenal sebagai Kristen Protestan (yaitu orang-orang Kristen yang memprotes).
Seiring dengan perjalanan sang waktu, hingga kini ada banyak sekali aliran dalam ajaran Trinitas, terlepas dari semua itu, kontroversi mengenai doktrin Trinitas sendiri sampai sekarang tidak pernah berhenti dan selesai dari dunia Kristen.
Sehubungan dengan doktrin Trinitas sendiri, "The Catholic Encyclopedia" mengomentari: "Dalam naskah alkitab belum terdapat satu istilah pun untuk menyatakan ke-Tiga Pribadi Tuhan tersebut secara bersama. Kata trias [tri'as]yaitu asal kata dari trinitas dalam bahasa Latin mula-mula ditemukan dalam karya Teofilus dari Antiokhia kira-kira tahun 180 M.... Tidak lama kemudian kata itu muncul dalam bentuk Latinnya dalam tulisan Tertullian." (http://www.newadvent.org/cathen/15047a.htm)
Dan sebagaimana akhir dari tulisan Bab sebelumnya, maka pada akhir dari Bab inipun akan diberikan pengantar pemikiran kritis bagi orang-orang yang meyakini ide Trinitas.
Pertama, orang-orang penganut paham ketuhanan ini berkata: "Tritunggal adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan doktrin utama agama Kristen..." tetapi sayangnya kitab Perjanjian Lama serta kitab Perjanjian Baru sendiri sebagai kitab sucinya justru sama sekali tidak pernah menyinggung ide ketuhanan Trinitas ini, kemunculannya hanyalah disebabkan penafsiran orang atas kata Bapa, Anak, Roh Kudus serta penafsiran atas beberapa kisah yang pernah terjadi pada masa kehidupan Jesus.
Bersikukuh bahwa Tritunggal adalah misteri yang begitu membingungkan karena berasal dari wahyu Tuhan hanyalah menciptakan problem besar. Sebab dalam kitab Bible yang disebut sebagai wahyu Tuhan itu sendiri tidak ada pandangan demikian mengenai Tuhan:
"Allah adalah Allah yang suka akan ketertiban; Ia bukan Allah yang suka pada kekacauan. Seperti yang berlaku di dalam semua jemaat Allah." (1 Korintus 14:33 Bahasa Indonesia sehari-hari)
Berangkat dari pernyataan itu, mungkinkah Allah akan mencetuskan doktrin mengenai diri-Nya sendiri yang begitu membingungkan sehingga bahkan para cendikiawan dan Teolog dari Ibrani, Yunani, dan Latin serta Barat yang sarat dengan pemikiran dan ilmu pengetahuannya tidak dapat menjelaskannya?
Wassalam,
Armansyah

