Minggu, 30 Desember 2007

Menjawab Hambran Ambrie

ARSIP MILIS_IQRA
MENJAWAB HAMBRAN AMBRIE
1
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-


----- Original Message -----
From: Armansyah ( GMAIL )
To: Milis_Iqra@googlegroups.com
Sent: Tuesday, August 22, 2006 9:06 AM
Subject: Menjawab Hambran Ambrie ( 1 )

Assalamu'alaykum Wr. Wb.,
Tulisan ini merupakan jawaban atas pernyataan " Kesaksian Hamran Ambrie " yang banyak beredar dikalangan umat Islam baik dahulu maupun sekarang meskipun Hambran Ambrie simunafikun itu sendiri sudah lama mati.

Saya sekali lagi, tidak menutup diri atas semua sanggahan maupun tawaran dialog lintas agama kepada pihak-pihak yang memang berkeinginan untuk melakukannya ataupun mereka-mereka yang berkeberatan atas jawaban saya ini.

Silahkan saja menghubungi saya melalui alamat email yang tercantum pada posting ini atau menghubungi saya melalui nomor telepon genggam : +62711816355539, tulisan ini aslinya saya kirim ke milis_iqra@googlegroups.com yang saya sendiri moderatori namun saya membebaskan kepada setiap member dimilis tersebut untuk memforward tulisan ini kemanapun yang mereka anggap perlu untuk itu selama kata pengantar ini juga disertakan.

Satu hal, sebagai akhir dari pengantar ... saya pribadi tidak pernah bergabung dalam forum diskusi disitus manapun ( bahkan forum diskusi Swaramuslim sendiri ) dan tidak juga pernah mencantumkan tulisan-tulisan saya kesana sehingga apabila ada yang membaca tulisan saya ( termasuk yang ini ) muncul disebuah forum diskusi tertentu, maka pasti ada sahabat-sahabat lain yang melakukannya, karena itu bisa saja saya tidak tahu akan keberadaan tanggapan yang diberikan terhadap tulisan-tulisan saya.

Saya sendiri sementara ini tidak punya banyak waktu untuk berdebat kata pada forum-forum sejenis itu dan hanya melayani diskusi melalui milis, japri, telepon maupun bertemu langsung face to face ( tentunya setelah ada kesepakatan mengenai waktu dan tempatnya ).

Demikian dari saya mengingat cukup banyak sms maupun pertanyaan melalui japri saya terima yang mempertanyakan kenapa saya tidak merespon balik semua sanggahan yang diberikan atas tulisan saya diberbagai forum diskusi.

Palembang, 21 Agustus 2006

Wassalam.,


Armansyah
http://armansyah.swaramuslim.net/

Menjawab Hambran Ambrie
Oleh : Armansyah

Cat : HA = Hambran Ambrie ; AR = Armansyah

HA :

DARI PENULIS:
Begitu besar kasih Allah akan hamba-Nya yang bersaksi ini, tidak dapat saya lukiskan dengan kata-kata, maupun didalam tulisan secara sempurna.

Mungkin lebih dari 40 tahun saya telah menyangkal ke-llahi-an Yesus Kristus. Tetapi begitu besar Kasih Allah saya diselamatkan untuk mendapatkan kehidupan yang kekal di alam sorgawi itu. Allah sudah pilihkan buat saya ''Hidup Baru Dalam Kristus''. dan karenanya sebagai
tanda pengucapan syukur, saya buatlah kesaksian ini.

Saya megahkan kesaksian ini, bukanlah disebabkan kecerdasan saya juga bukan karena kepintaran saya memahami Alkitab, juga bukanlah disebabkan bujukan orang lain; tetapi saya bermegah, disebabkan Allah Yang Maha Kasih akan keadilan dan kebenaran itu telah menjemput saya untuk menjadi pengikut Kristus, satu-satunya jalan untuk menuju kepada kebenaran dan Hidup Yang Kekal.

Sebab dibawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. (Kis. 4:12).

Haleluya.

Hormat dan salam kasih
Penulis:

Hamran Ambrie



AR :

Segala puji untuk Allah, Tuhan bagi kerajaan langit dan bumi .... Tuhan yang Rahmat dan Berkat-Nya tidak terbatasi oleh sekat-sekat yang menghalangi kepada tujuan-Nya. Dia-lah Allah dengan segala kesucian atas diri-Nya, Allah yang bersih dari kemakhlukan, Allah yang tidak pernah memiliki serikat, tidak juga pernah memiliki istri maupun anak dalam wujud, sifat, khayalan maupun penafsiran seperti apapun.

Saya bersyukur telah diberi kesempatan oleh Allah untuk mereguk indahnya Islam dan mengecap nikmatnya berdekatan dengan-Nya, baik secara akal rasio indrawi maupun secara batiniah, nafs dan ruh.

Saya bukanlah siapa-siapa dibandingkan Hambran Ambrie yang pengalaman organisatorisnya begitu banyak, sayapun bukan seorang kyiai yang hafidz al-Qur'an dan menguasai begitu banyak hadis maupun tafsirnya, tetapi saya hanyalah seorang Muslim yang " kebetulan " disapa Allah dan mendapat " percikan setetes ilmu-Nya " untuk menjawab tuntas semua tuduhan maupun isyu-isyu yang sudah dihembuskan oleh Hambran Ambrie ditengah-tengah umat Islam Indonesia.

Bila tujuan Hambran Ambrie adalah mendapatkan kehidupan yang kekal di alam sorgawi sebagaimana diutarakannya dibagian atas, saya justru tidak terlalu memandang penting akan keabadian hidup yang notabene baru sebatas dogma diatas kertas itu. ; Ini bukan bentuk penyangkalan mengenai hakekat hidup sesudah mati, akan tetapi dalam pemandangan saya, tujuan hidup yang ingin dicapai oleh Hambran Ambrie tersebut hanya menjadi sebuah metafora ataupun imajinasinya belaka, tujuan hidup seperti ini tidak lain adalah sebuah bentuk ke-egoisan diri yang berusaha menjadikan wujudnya kekal sebagaimana halnya Tuhan.

Tidak ...
Tujuan akhir hidup saya bukanlah kehidupan sorgawi yang kekal ....
Sebab memang sorga dan neraka bukan sesuatu yang kekal abadi ....keduanya adalah nisbi, keduanya bukan tujuan ....


Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya. -Qs. 11 Huud : 108

Itulah kita, selalu diliputi oleh angan-angan untuk selalu menjadi sesuatu yang abadi, sesuatu yang tidak pernah pudar, sesuatu yang bisa eksis melewati batasan ruang dan waktu, padahal yang demikian hanyalah bagi Allah saja.

Tujuan hidup yang sebenarnya adalah menggapai keridhoan Tuhan ...

Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam -Qs. al-An'am 6:162

Surga dan neraka hanya sebuah konsekwensi atas perbuatan kita terhadap sistematika yang sudah ditentukan-Nya, Dia berkenan membagi sedikit keabadian diri-Nya kepada makhluk-makhluk ciptaan-Nya akan tetapi bagaimanapun juga yang Maha Abadi, yang Alpha dan Omega tetaplah Dia. Pada saatnya, keabadian yang Dia berikan itu akan Dia ambil kembali.

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin ... - Qs. 57 al-Haadid : 3

Karena itu tepat kiranya apa yang dinyanyikan oleh Chrisye dalam lagunya : Jika surga dan neraka tidak pernah ada apakah kita masih mau taat kepada-Nya ? atau jika surga dan neraka tidak pernah eksis, apakah kita masih mau berbuat baik dan menebarkan kebenaran Tuhan ... ? atau kita justru saling berbuat keonaran, menyebarkan keserakahan, kesombongan, kekejian dan sebagainya ?

Jika semua perbuatan baik yang sudah kita lakukan hanya mengharap surga dan kehidupan kekalnya, maka kita sama seperti seorang kuli atau buruh ataupun karyawan yang bekerja demi upah ... kita tidak lebih dari sekedar robot ... padahal Allah menjadikan surga dan neraka hanya sebagai pemicu semangat agar kita bisa bersikap ikhlas dalam beribadah dan menebarkan kebaikan kepada orang lain ...

Hambran Ambrie juga menyatakan bahwa keselamatan hanya ada jika seseorang mau menjadi pengikut Kristus dalam pengertian menerima sifat ke-ilahian Yesus ... ini sebuah pernyataan yang subjektif dan naif serta secara historis bertentangan dengan semua hakekat pengutusan para Nabi dan Rasul sebelumnya sebagaimana yang tertuang dalam kisah-kisah pada Perjanjian Lama dimana sosok Yesus dalam perwujudan phisiknya baru ada setelah ia dilahirkan oleh Maria jauh hari pasca kenabian Abraham, Musa, Daud dan sebagainya.

Dalam hal ini, al-Qur'an jauh lebih realistis dibandingkan teori keselamatan yang ada dalam teologi Kristen tersebut ...


Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) meereka bersedih hati. -Qs. 2 al-Baqarah: 62

Alhamdulillah wala ilaaha illallah ....

- Armansyah


HA :

Saya mengaku percaya akan kebenaran Alkitab dan Jesus Kristus Anak Allah, Tuhan dan Juru selamat umat manusia, adalah melalui (atau disebabkan) Al--Quran. Sungguh ajaib! Tetapi memang demikianlah sebenarnya.

Saya mendapatkan kebenaran ajaran Kristen ini, sama sekali bukanlah disebabkan kepandaian atau kecerdasan mempelajari Alkitab terlebih dahulu. Juga tidak disebabkan penerangan para pendeta atau penginjil manapun. Hal ini dapat dimaklumi, karena saya sendiri tadinya adalah seorang Muslim, anggota/pengurus Muhammadiyah, mubaligh Islam. Dalam tahun 1947 saya adalah salah seorang pelopor/Ketua Kongres Um-mat Islam se- Kalimantan di Amuntai, bersama-sama dengan saudara K.H. Idham Chalid. Dalam tahun 1950-51, adalah sebagai Imam Tentera Pusroh Islam Angkatan Darat di Banjarmasin dengan pangkat Letnan-II. Juga sebagai penulis Muslim dalam pelbagai majalah Islam antara lain: Mingguan Adil di Solo, Mingguan-Risalah Jihad di Jakarta, Mingguan Anti Komunis di Bandung, dan lain-lain. Lebih dari itu, saya adalah juga salatl seorang Anti Kristen yang agresif sejak tahun 1936 di Muara Teweh Barito);

hingga tahun 1962 termasuk salah seorang bersimpati untuk mendirikan Negara Islam di Indonesia, yang sekaligus bermakna Anti Kristen. Karena itu tidal lah mungkin sama sekali bagi saya untuk dapat memahami isi Alkitab itu secara baik dan wajar. Alkitab, memang sudah saya miliki sejak tahun 1936, Saya membaca Alkitab bukanlah untuk mencari kebenarannya, melainkan hanya untuk mencari ayat-ayat .yang dapat menunjang pendirian saya sebagai seorang Muslim yang Anti Kristen, untuk menyerang iman Kristen itu sendiri.

Sampai berumur 40 tahun, saya adalah penghujat Jesus Kristus. Saya tidak percaya bahkan menolak ke-Ilahi-an Jesus Kristus itu sebagai Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat. Pelbagai cara yang sudah saya lakukan untuk menghinakan menolak kebenaran Jesus Kristus.



AR :

Latar belakang kehidupan seseorang tidak bisa dijadikan jaminan ataupun parameter utama dalam menentukan sejauh mana tingkat kedalaman ilmu agama ataupun keimanan serta kebesaran jiwa orang tersebut.

Bisa saja seorang yang tadinya hidup sebagai penjahat besar, pembunuh, pemabok, perampok dan lain sebagainya tiba-tiba sadar dan berbalik menjadi seorang alim, entah itu kyiai atau pendeta atau semacamnya. Demikian juga sebaliknya, tidak tertutup kemungkinan seseorang yang berangkat dari latar belakang pesantren, hafidz quran, menjadi ketua yayasan Islam anu dan anu lalu secara serta merta dijustifikasi sebagai seorang yang memiliki ilmu agama tinggi atau memiliki hubungan dekat dengan Allah.

Bukti nyata atas diri Hambran Ambrie sendiri, dia seperti pengakuannya memiliki banyak sekali pengalaman dalam berbagai ormas Islam ... tetapi lihatlah kembali, yang ada dihatinya hanyalah kebencian demi kebencian kepada orang-orang Kristen dan berusaha terus melakukan hujatan demi hujatan kepada mereka dengan teori " menyerang dengan meminjam tenaga lawan " yaitu menghina melalui ayat-ayat Bible sendiri.

Padahal ini bukanlah sikap seorang Muslim sejati ....
Dalam bersosialisasi dengan orang lain, apalagi kita ini tinggal dalam masyarakat yang majemuk maka sangat tidak bijak untuk bersikap kasar dalam menjalin komunikasi atau berinteraksi satu dengan yang lainnya, sekalipun itu kepada orang yang akidahnya berbeda dengan diri kita. Ada etika dan tata krama tertentu yang harus kita pegang dalam berhubungan dengan individu lainnya dan ini adalah merupakan tuntunan yang benar dari Allah dan Rasul-Nya ...

Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan diantara mereka sahabat hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawanlah dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun diantara mereka sebagai sahabat, dan jangan (pula) sebagai penolong, kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. - Qs. 4 an-Nisaa' 89-90

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. - Qs. 8 al-Anfaal : 61

Bersikap ketus, tidak tenggang rasa antar sesama manusia, bukan ajaran dari para Nabi dan bukan juga ajaran hidup yang benar ...

Justru dari titik paling kecil ini saja sudah semakin membuka jati diri seorang Hambran Amrie sebagai orang yang sama sekali belum paham akan ilmu agama, yang ada dikepalanya hanyalah kebencian dan kebencian kepada orang lain, pokoknya bila orang itu tidak sejalan dengan dirinya, tidak mau ikut pemikirannya, menolak bergabung dengan kelompoknya, maka dia itu harus dikerasi dan tidak berlaku prinsip lemah lembut atau tata krama pergaulan sehat sebagaimana yang disampaikan oleh al-Qur'an.

Sungguh bertolak belakang sekali dengan sikap Rasul yang senantiasa tersenyum, lapang dada dan berjiwa besar menghadapi perbedaan yang ada diantara para sahabatnya dan bahkan kepada para musuhnya sekalipun.

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. -Qs. al-Ma'idah 5:8

Hambran Ambrie menyebutkan bahwa sampai umurnya 40 tahun dia adalah penghujat Yesus, padahal Nabi Muhammad Saw sendiri dalam berbagai pernyataannya baik yang diabadikan dalam al-Qur'an maupun melalui hadis-hadisnya begitu menghormati sosok Yesus dan tidak pernah melakukan penghujatan kepada beliau as sehingga kelakuan dari Hambran Ambrie dalam hal ini sangat bertentangan dengan apa yang diteladankan oleh " bekas Nabinya " sendiri, pantas saja akhirnya dia malah berbalik menjadi kafir.

InsyaAllah bersambung ...

Wassalam.,


Armansyah
http://armansyah.swaramuslim.net/

----- Original Message -----
From: Armansyah ( GMAIL )
To: Milis_Iqra@googlegroups.com
Sent: Friday, September 01, 2006 11:41 AM
Subject: Menjawab Hambran Ambrie ( 2 )

HA :

Saya mengaku percaya akan kebenaran Alkitab dan Jesus Kristus Anak Allah, Tuhan dan Juru selamat umat manusia, adalah melalui (atau disebabkan) Al--Quran. Sungguh ajaib! Tetapi memang demikianlah sebenarnya.


AR : Apa yang ditulis oleh HA diatas mengingatkan saya pada apa yang pernah ditulis pula oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya mengutip pendapat Ibnu Abbas sebagaimana terdapat dalam buku Penyimpangan dalam penafsiran al-Qur'an Karya DR. Muhammad Husein Adz-Dzahabi terbitan CV. Rajawali hal 4 :

Ada 4 tema pokok dalam tafsir al-Qur'an :
1. Yang dapat dipahami oleh orang yang menguasai bahasa Arab
2. Yang dapat dipahami oleh orang bodoh
3. Yang dapat dipahami oleh para ulama ( orang berilmu -AR )
4. Yang dapat dipahami oleh Allah semata

Nah, dalam hal ini maka mau tidak mau saya harus menggolongkan HA kedalam kelompok orang yang ke-2, apalagi al-Qur'an sendiri juga jelas mengatakan :

Dengan itu banyak orang yang telah tersesat, dan dengan itu (pula) banyak orang yang mendapat petunjuk. Tidak tidak ada yang tersesatkan kecuali mereka yang fasik, -Qs. al-Baqarah 2:26

Seseorang bisa saja hapal al-Qur'an 30 Djuz dengan baik, fasih dan tepat dalam hal tajwid dan seseorang itu pun bisa saja pula hapal ribuan hadis yang ada dalam berbagai kitab para perawi tetapi itu tetap bukan jaminan bahwa dia mampu memahami al-Qur'an secara benar, toh se-ekor beo pun bisa diajari menghapal sesuatu tanpa sang beo itu sendiri harus mengerti apa yang dia hapalkan.

Demikian.


HA :

Saya mendapatkan kebenaran ajaran Kristen ini, sama sekali bukanlah disebabkan kepandaian atau kecerdasan mempelajari Alkitab terlebih dahulu. Juga tidak disebabkan penerangan para pendeta atau penginjil manapun. Hal ini dapat dimaklumi, karena saya sendiri tadinya adalah seorang Muslim, anggota/pengurus Muhammadiyah, mubaligh Islam.

Dalam tahun 1947 saya adalah salah seorang pelopor/Ketua Kongres Um-mat Islam se- Kalimantan di Amuntai, bersama-sama dengan saudara K.H. Idham Chalid. Dalam tahun 1950-51, adalah sebagai Imam Tentera Pusroh Islam Angkatan Darat di Banjarmasin dengan pangkat Letnan-II. Juga sebagai penulis Muslim dalam pelbagai majalah Islam antara lain: Mingguan Adil di Solo, Mingguan-Risalah Jihad di Jakarta, Mingguan Anti Komunis di Bandung, dan lain-lain.



AR :

Sekali lagi saya cukup kagum dengan pengalaman organisatoris HA, tetapi sayang semua itu tidak di-ikuti dengan kedewasaan berpikir maupun ilmu yang luas, karena pada akhirnya dia harus mencampakkan akal sehatnya dibalik semua doktrin yang sama sekali tidak bisa dijelaskan oleh akal sehatnya itu sendiri. HA hanya menjatuhkan dirinya kelembah kebodohan dibalik semua pergaulannya dengan orang-orang yang berilmu agama tinggi. Tidak ada beda dengan fenomena Abu Jahal dimasa kenabian dahulu.


HA :

Lebih dari itu, saya adalah juga salatl seorang Anti Kristen yang agresif sejak tahun 1936 di Muara Teweh Barito); hingga tahun 1962 termasuk salah seorang bersimpati untuk mendirikan Negara Islam di Indonesia, yang sekaligus bermakna Anti Kristen.



AR :

Mendirikan negara Islam bukan berarti harus anti kepada agama Kristen, inilah yang salah dari pemikiran seorang Hambran Ambrie !

Betapa picik dan bodohnya pemikiran seperti itu, HA jelas bukan orang yang berilmu dalam masalah ini, baginya Islam itu memang menakutkan bagi pemeluk ajaran lain diluarnya. Sekali sebuah negara sudah bersyariatkan Islam maka yang lain harus ikut kepada Islam, semuanya harus tunduk pada syariat Islam.

Tidak demikian !

Dijaman Nabi dan ke-4 khalifah beliau dahulu, negara Madinah bisa berdiri dengan bersyariatkan Islam tanpa harus memberangus ajaran agama lain yang ada ditengah masyarakat. Ditengah mereka hidup ajaran Yahudi, ditengah mereka juga hidup ajaran Nasrani, Majusi dan lain sebagainya.

Sebagai sebuah perbandingan saja, ketika Yerusalem ditaklukkan oleh Persia dibawah pimpinan Choroes II pada tahun 614 semua gereja dihancurkan oleh mereka dan semua rakyat ditindas dengan kejam tetapi ketika tahun 637 pasukan Umar bin Khatab menaklukkan Roma dan merebut Yerusalem, semuanya terjadi dengan damai bahkan antara uskup Yerusalem dan Umar terjalin persahabatan yang baik. Hak rakyat disana baik yang muslim atau kafir dilindungi, orang Yahudi dan Nasrani bebas melakukan syariat mereka sementara Muslim pun demikian.

HA :

Karena itu tidal lah mungkin sama sekali bagi saya untuk dapat memahami isi Alkitab itu secara baik dan wajar. Alkitab, memang sudah saya miliki sejak tahun 1936, Saya membaca Alkitab bukanlah untuk mencari kebenarannya, melainkan hanya untuk mencari ayat-ayat .yang dapat
menunjang pendirian saya sebagai seorang Muslim yang Anti Kristen, untuk menyerang iman Kristen itu sendiri.



AR :

Apa yang sudah dilakukan oleh Sdr. Hambran Ambrie terhadap Bible atau alkitab sama sekali tidak mencerminkan sikap seorang alim atau orang yang berpendidikan tinggi sangat tidak sesuai dengan pengalaman organisatorisnya yang tinggi, sebab Islam sendiri mengajarkan agar kita harus bisa menata jiwa ini dengan bersih, baik sangka ( Khusnudzzon ) serta bersikap obyektif ( adil, jujur, terbuka ) baik kepada dirinya sendiri maupun orang lain termasuk kepada mereka yang berseberangan keyakinan dengannya.

Sikap HA terhadap alkitab dengan mencari-cari pembenaran disana atas klaim-klaim Islam maupun tujuannya menyerang keyakinan orang lain yang berimplikasi kepada kepribadiannya malah meragukan otoritas kebenaran mutlak dari al-Qur'an dan ini tidak bisa dibenarkan.

"Kebenaran itu adalah dari Tuhan-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu." (Qs. Al-Baqarah 2:147)

"Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka manfa'atnya bagi diri sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya."
(Qs. Al-An'am 6:104)


HA :

Sampai berumur 40 tahun, saya adalah penghujat Jesus Kristus. Saya tidak percaya bahkan menolak ke-Ilahi-an Jesus Kristus itu sebagai Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat. Pelbagai cara yang sudah saya lakukan untuk menghinakan menolak kebenaran Jesus Kristus.



AR :

Kenapa harus menghujat keyakinan orang lain, sesembahan orang lain?
Bukankah al-Qur'an sendiri sudah berpesan :


Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. - Qs. 6 al-An'aam : 108

Semakin jelas kepada kita seberapa jauh sebenarnya kedalaman ilmu seorang Hambran Ambrie mengenai ajaran Islam ...

Menolak ilahiah Isa al-Masih bukan berarti memperbolehkan kita untuk melakukan hujatan kepada mereka yang menerima ketuhanannya, ini yang harus di-ingat oleh setiap Muslim.

Penolakan kita itu menyangkut prinsip keyakinan yang bisa dibuktikan dengan logika, fakta maupun kontekstual dogma yang menuntut kita untuk tetap bersikap bijak pada orang lain dalam bentuk : inilah keyakinanku dan terserah kepadamu apakah mau ikut keyakinanku atau mau tetap dengan keyakinanmu sebab untukku apa yang kupahami dan untukmu apa yang kamu pahami ... lakum dinukum waliyadin.


HA :

Tetapi begitu besar Kasih Allah, pada suatu saat saya dicari, dijemput dan diselamatkan.


AR :

Jangan terlalu mudah menyatakan diri telah terselamatkan sebelum hal itu bisa dibuktikan secara benar, sebab dunia ini penuh hal yang nisbi dan menipu, kita perlu parameter yang jelas untuk bisa dijadikan ukuran dalam hal validitas segala sesuatunya.

1 Telasonika 5:21 : "Hendaklah segala perkara kamu uji dan yang baik kamu pegang."


HA :

Dalam tahun 1962, dikala saya sedang menyusun sesuatu naskah khotbah, saya membaca ayat Quran s.AIMaidah 68, yang berbunyi: "Qul ya ahlal kitabi lastum'ala sya-in hatta tuqiemut taurata wa! injil wa ma unzila alaikum min rabbikum.''

artinya: "Katakanlah! hai Ahli Kitab. Kamu tidak pada agama yang sebenarnya, kecuali apabila kamu turuti Taurat dan Injil, dan apa-apa yang diturunkan kepadamu dari pada Tuhanmu''.

Ayat ini, bukanlah untuk pertama kali itu saya baca, melainkan sudah ratusan kali. Tetapi pada kali terakhir itu, Allah telah membisikan dalam roh-jiwa saya, bahwa yang dimaksudkan "Taurat dan Injil" dalam ayat Quran itu adalah Taurat-lnjil yang ada terdapat dalam Alkitab atau Bible sekarang ini.



AR :

Sebelum membahas mengenai Taurat dan Injil mana yang dimaksud disini, harus terlebih dahulu diketahui bahwa perintah ini ditujukan bagi kaum Yahudi dan Nasrani bukan umat Muslim.

Menarik ayat itu mengatakan bahwa mereka tidak berada pada kebenaran sebelum mengikuti apa yang tercantum didalam Taurat dan Injil ... berikut saya buktikan sedikit maksud ayat ini :

Apa salah satu perintah dari hukum Musa ?

"Jangan ada padamu Allah lain dihadapan-Nya, jangan membuat untukmu patung yang menyerupai apapun yang ada dilangit diatas atau yang ada dibumi dibawah atau yang ada didalam air dibawah bumi; Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Allah itu Maha Pencemburu."

Demikian bisa anda jumpai dalam Kitab Keluaran pasal 20 ayat 3 sampai dengan ayat 5; hal senada juga bisa anda jumpai dalam Ulangan 6 ayat 4, Yesaya 43:10-11, Yesaya 44:6, Yesaya 45:18, Ulangan 4 ayat 35; Keluaran 8:10, Samuel II:7:22, Raja-raja I:8:23; Tawarikh I:17:20, Mazmur 86:8, Mazmur 113:4, Hosea 13:4; Zakharia 14:9.

Bahwa anda dilarang keras untuk mengadakan Tuhan-tuhan lain selain daripada Allah yang berkuasa atas penjuru langit dan bumi tanpa sekutu, Dia-lah yang awal dan yang Akhir, tidak ada bersama-Nya Tuhan lain.

Tetapi benarkah kaum Ahli Kitab sekarang sudah menerapkan isi Taurat diatas ?

Fakta : umat Nasrani ( salah satu dari ahli kitab ) justru mengambil sosok Isa al-Masih sebagai Tuhan tandingan Allah, yang dipuja, dipuji, disembah, dimintai pertolongan ....

Dari sisi Injil, apakah benar umat Nasrani juga sudah menerapkan isinya?

"Jawab Jesus: Hukum yang terutama adalah : Dengarlah wahai orang Israel, Tuhan kita adalah Tuhan yang Esa." (Markus 12:29)

Jesus secara jelas dan gamblang sekali menyatakan bahwa "Tuhan Kita", yaitu Tuhan dari diri Jesus sendiri dan Tuhan semua orang Israel itu adalah sama, yaitu Tuhan yang Esa, tidakkah kaum Ahli Kitab mau kembali merenung betapa Jesus pun mengakui status kehambaannya dihadapan Allah itu sendiri ? Lihat secara baik-baik, Jesus tidak mengatakan bahwa dirinya itulah Tuhan orang Israel.

Tetapi fakta : justru umat Nasrani menganggap Jesus adalah Tuhan atau anak Tuhan !

Jadi sesuai ayat yang dibaca oleh Hambran Ambrie tadi, mereka belum berada dalam kebenaran disisi Allah.

Mengenai apakah Alkitab sekarang asli atau bukan nanti kita akan coba bahas dan buktikan dibagian lainnya ... InsyaAllah.


HA :

Pikiran saya sejak dahulu mengatakan, bahwa Taurat dan Injil yang dimaksudkan oleh Al-Quran itu secara phisik sudah tidak ada lagi, dan isinya sekarang telah diintisarikan dalam Al-Quran. Sedang Taurat Injil yang ada dalam Alkitab sekarang ini, adalah yang palsu isinya sudah diorak-arik oleh tangan manusia, dikurangi dan ditambah dan lain-lain.

Roh jiwa saya selalu mengatakan bahwa Taurat Injil itu adalah yang terdapat dalam Alkitab sekarang benar adanya.

Pikiran/otak saya selalu mengatakan: tidak yang ada sekarang adalah Taurat--Injil palsu.

Roh jiwa saya mengatakan: bahwa Taurat-Injil yang dimaksudkan itu adalah yang terdapat dalam Alkitab sekarang.

Pendapat pikiran/otak saya sekarang bertolak belakang dengan kata hati rohjiwa saya. Karenanya saya menjadi ragu, bimbang, mana yang benar.

Untuk mendapatkan ketentraman, maka masalah ini saya bawa dalam sembahyang tahjud (sembahyang tengah malam) dengan doa istiharah, yaitu suatu doa kepada Allah memohon agar diberi petunjuk tanda-tanda kebenaran, supaya Allah pilihkan buat saya mana yang benar satu diantara dua macam pendapat ini.

Saya berdoa demikian:

"Ya Allah, khalik langit dan bumi; Allah-nya orang-orang Islam, Allah-nya orang-orang Kristen, Allah-nya orang-orang Budha, Allah-nya bulan bintang, Allahnya lembah dan gunung-gunung, Allah semesta alam, tunjukkan tanda-tanda kebenaran Tuhan yang disebutkan dalam Quran ini mengenai Taurat dan Injil itu. Apakah yang dimaksud itu memang Taurat dan Injil yang sudah tidak ada, yang sudah disarikan dalam Al-Quran.

Jika memang demikian, saya mohon agar Tuhan teguhkan hatiku untuk tidak mempelajari Alkitab itu. Tetapi kalau sekiranya yang dimaksudkan "Taurat Injil" dalam Quran itu, adalah memang kebenarannya itu ada di dalam Alkitab (Bible) sekarang ini, saya mohon kiranya Tuhan bukakan hatiku untuk lebih bergairah membaca mempelajari Alkitab itu secara jujur dan baik."

Saya tidak meminta pilihkan kepada siapa-siapapun, tidak kepada pendeta, juga tidak kepada alim-ulama Islam juga tidak kepada kawan-kawan saya yang cerdas pandai, tetapi saya minta dipilihkan oleh Allah Yang Maha Tahu dan Maha Benar itu saja, agar dalam hal ini saya mendapatkan satu pilihan yang benar-benar ''meyakinkan kebenarannya'', menurut kehendak Allah itu sendiri.



AR :

Kita hanya bisa sampai kepada Tuhan apabila jalan yang kita tempuh juga benar, dan untuk tahu benar tidaknya maka gunakan akal untuk menganalisanya, apabila sesudah dianalisa dengan akal kebenaran itu tertolakkan maka bisa jadi dia bukan kebenaran sejati.

Akal diberikan oleh Allah untuk berpikir, membedakan mana yang salah dan mana yang benar.

Tanpa akal, manusia tidak lebih dari sekedar hewan yang tidak pernah memikirkan benar salah tindakannya bahkan mungkin jauh lebih sesat daripada itu.

Allah telah mengutus para Nabi dan Rasul kedunia untuk memberikan petunjuk kepada manusia agar memilih jalan kebenaran, dan petunjuk Allah itu hanya bisa diterima oleh orang-orang yang mau untuk berpikir tentang hakikat kebenaran sejati. Dan berpikir yang benar didalam penerimaan tersebut adalah berpikir yang tidak hanya merenung atau asal-asalan, namun berusaha untuk mengerti, mempelajari, menyelidiki, memahami serta mengamalkan.

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya." (Qs. al-Israa' 17:36)

Menisbikan peranan akal pikiran untuk menggapai keimanan sama sekali tidak layak kita terapkan, sebab hal ini akan menyamakan kedudukan kita dengan para penyembah berhala yang tidak pernah mau tahu tentang benar salahnya keimanan mereka, yang jelas mereka harus menerima dan yakin.

Jika sudah begini ... untuk apa agama diturunkan ? Untuk apa para Nabi dan Rasul diutus ? Untuk apa Tuhan menciptakan manusia ? Untuk apa Tuhan melimpahkan akal ? serta untuk apa Tuhan menjadikan kebenaran dan kebatilan ?

Hidup ini penuh dengan hukum-hukum keseimbangan, coba anda pelajari apa saja, pasti tidak akan anda dapati kepincangan dalam perputaran hukum-hukum
alam tersebut.

Begitu pula dengan hal keimanan kepada Allah, mesti diraih dengan keseimbangan, yaitu antara akal (rasio logika + ilmu pengetahuan + dogma) dan hati ( pertimbangan ).

Kebenaran adalah sesuatu yang bernilai absolut, mutlak.
Namun seringkali kebenaran ini menjadi relatif, bergantung kepada bagaimana cara masing-masing orang memberikan arti dan penilaian terhadap kebenaran itu sendiri, sehingga itu pula kebenaran sudah menjadi sesuatu yang bersifat subjektif.

Bahwa untuk menjalankan syariat suatu agama haruslah dimulai dengan keimanan dahulu adalah sesuatu hal yang tidak dapat terbantahkan.

Keadaan beriman sesorang umumnya berada dalam kondisi "jadi" dari seseorang itu (sebab ini akan kembali dari lingkungan mana ia dilahirkan).
Namun seiring dengan bertambah dewasanya cara kita berpikir, sangat pantas sekali apabila kita mencoba mempertanyakan sejauh mana kebenaran dari keberimanan yang kita peroleh dari kondisi 'jadi' tadi.

Tuhan memberikan kita akal untuk berpikir, untuk menjadi cerdas bukan untuk jadi figuran dan sekedar ikut-ikutan.

Karenanya kita berdua tidak bisa mengatakan kondisi beriman tersebut ada karena lewat iman. Pernyataan ini tertolakkan dalam dunia ilmiah dan bertentangan dengan penalaran saya selaku manusia yang fitrah.

Menurut saya, sebenarnya seseorang memperoleh keimanannnya lewat dua jalur, ada yang lewat akal dan ada yang lewat nafsu (nafsu dalam hal ini adalah persangkaan atau praduga manusia).

Jika iman diartikan percaya, maka percaya juga bisa lewat akal atau persangkaan.

Misalnya apabila kita hendak melewati sebuah jembatan dari besi, tentu kita akan enteng saja melewatinya, karena persangkaan kita jembatan tersebut sudah kuat. Tetapi bila yang dilewati adalah jembatan dari kayu dan tali, paling tidak kita akan mengecek kekuatan jembatan tersebut terlebih dahulu (menginjak-injak dari pinggir terlebih dahulu dsb )

Dalam beragama pun demikian, terdapat orang-orang yang mencapai iman dengan akal, dan ada yang dengan persangkaan.

Misalnya yang dengan persangkaan adalah seorang islam yang tidak mampu menjawab pertanyaan " Mengapa kamu memilih Islam ?", "Darimana kamu kamu tahu bahwa Islam itu benar ?", " jika orang tua anda bukan Islam kira-kira kamu Islam tidak ?", atau bisa juga "mengapa kamu harus menjadi Kristen ?", "Darimana kamu yakin bahwa Kristen itu benar ?"

Jadi bagi saya, Iman terhadap sesuatu itu tetap harus dibuktikan dulu apakah memang pengimanan tersebut sudah benar atau belum. Dan jalan untuk membuktikan kebenaran akan keimanan ini salah satunya dengan mengadakan penelaahan terhadap iman itu sendiri dengan mengadakan penyeimbangan dengan akal pikiran sebagai suatu anugerah dari Allah bagi manusia.

Manusia menurut sejarah al-Qur'an telah diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang mulia hingga malaikat sekalipun disuruh tunduk, hormat terhadap makhluk bernama manusia ini. Manusia diciptakan berbeda dengan makhluk-makhluk lainnya, keutamaan manusia yang paling sering disinggung oleh banyak orang dan bahkan juga al-Qur'an adalah dilimpahkannya anugerah akal sebagai alat untuk berpikir dan memberikan jalan baginya didalam upaya mencari kebenaran Allah, yaitu dzat yang menjadi sumber dari kebenaran itu sendiri.

Sebagaimana yang seringkali saya tuliskan, seorang manusia tidak bisa memilih, di negeri mana ia dilahirkan, dan siapa orang tuanya. Yang ia dapatkan hanyalah kenyataan, bahwa di negerinya, kebanyakan orang memeluk agama atau keyakinan (ideologi) tertentu, dan orang tuanyapun mendidiknya sejak kecil dengan suatu pandangan hidup tertentu.

Namun hampir setiap manusia yang normal ternyata memiliki suatu naluri (instinkt), yakni suatu saat akan menanyakan, apakah keyakinan yang dianutnya saat itu benar atau salah. Dia akan mulai membandingkan ajaran-ajaran agama atau ideologi yang dikenalnya. Bagaimanapun juga keberhasilan pencariannya ini sangat bergantung dari informasi yang datang ke padanya.

Kalau informasi pengganggu (noise) yang datang kepadanya terlalu kuat, misalnya adanya teror atau propaganda yang gencar dari pihak-pihak tertentu, bisa jadi sebelum menemukan kebenaran itu, ia sudah berhenti pada keyakinan tertentu yang dianggapnya enak (meski sebenarnya sesat).

Kebenaran suatu ajaran bisa direlatifkan dengan mudah bila hanya didasari oleh suatu asumsi. Dan kenyataan, hampir setiap pengertian buatan manusia adalah relatif. Para filosof mengatakan, bahwa suatu definisi hanyalah konsensus dari beberapa orang pada saat tertentu di tempat tertentu yang memiliki pengalaman yang mirip.

Maka tak heran, bahwa untuk beberapa pengertian yang sering kita dengar saja (seperti "demokrasi", "hak asasi manusia", dll), antar bangsa (dengan
latar belakang kultur yang berbeda) dan antar generasi (dengan pengalaman sejarah yang berbeda), bisa berbeda pula pemahamannya.


InsyaAllah bersambung ...


Wassalam.,


Armansyah
http://armansyah.swaramuslim.net/


[+/-] Selengkapnya...

Kesalahan Pendeta Markus Agung (Bag.2)

Kekeliruan buku Kedatangan Yesus karya Pendeta Markus Agung, yang mengutip ayat al-Qur'an ini memang parah. Contohnya, Markus mengklaim surah Ali Imran ayat 45 sebagai bukti kedekatan Yesus dengan Allah. Hal ini sesuai Bibel, "Aku dan Bapa adalah satu," (Yohanes 10:30).

"(Ingatlah), ketika Malaikat berkata :'Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kami (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang - orang yang didekatkan (kepada Allah)," (QS Ali Imran:45).

Kata minal muqarrabin (orang-orang yang didekatkan pada Allah) ini, jumlahnya banyak. Karena, kata "al-muqarrabun" adalah plural (jama' mudzakkar salim). Jadi, bukan hanya Nabi Isa yang bergelar al-Muqarrabun. Para Nabi yang lain juga mendapat gelar yang sama.

misalnya, Nabi Daud dan Nabi Sulaiman as disebut al-Muqarrabun karena kedudukannya yang dekat di sisi Allah (QS Shad:24,40). Bahkan, dalam surah al-Muthaffifin ayat 21 disebutkan, adanya malaikat yang didekatkan pada Allah.

Selanjutnya, Markus meyakini Nabi Isa sebagai tuhan yang menghakimi dosa-dosa manusia, karena pada surah Ali Imran 45 ini, Isa bergelar al-Muqarrabun. Padahal, Nabi Daud dan Sulaiman juga mendapat gelar yang sama. Apakah, lantas Nabi Daus dan Sulaiman disebut tuhan dan juruselamat?

Dalam Islam, Allah memiliki sifat Samii'un Qariib yaitu Maha Mendengat dan Maha Dekat. Allah juga dekat dengan hamba yang senang mohon ampun dan bertaubat kepada-Nya (QS Hud:61). Bahkan, rahmat Allah pun dekat pada orang-orang yang berbuat baik (QS al-A'raf:56). Gelar al-Muqarrabun juga diberikan pada al-abrar, yaitu orang-orang yang berbakti (QS al-Muthaffifin:18,28).

Seharusnya, setiap orang yang mendapat gelar al-Muqarrabun disembah oleh Pendeta Markus, karena orang itupun seharusnya diyakini sebagai tuhan juruselamat. Jadi, betapa banyak tuhannya Pendeta Markus. Karena, Nabi, orang beriman, orang yang berbuat baik, berdo'a, mohon ampun dan bertaubat kepada Allah itu jumlahnya jutaan.

Surah al-Waqi'ah menjelaskan, yang disebut sebagai al-Muqarrabun adalah golongan orang yang paling dahulu beirman (ayat 11), karena mereka adalah golongan orang yang paling dulu masuk surga (ayat 10). Sebagai ganjarannya, Allah akan memberikan surga yang penuh kenikmatan, fii jannatin na'iim (ayat 12). Penjelasan ini ditegaskan oleh ayat 88.

Markus juga menggunakan Injil Yohanes 10:30 sebagai penopang doktrin ketuhanan Yesus. Meski dalam ayat ini tertulis statemen, "Yesus dan Allah adalah satu", tapi dalil ini lemah. Karena, makna kesatuan antara Yesus dengan Tuhan dalam ayat ini, bukan makna hakiki (denotasi), tetapi makna kias (konotasi).

Kasus serupa terjadi pada Injil Yohanes 17:20-23. Disini, Yesus berdo'a kepada Allah agar ia dan murid - muridnya yang percaya padanya menjadi satu dengan Allah. Kesatuan (unity) antara Yesus dan muridnya dengan Tuhan ini, tidak bisa disebut sebagai kesatuan hakikat dan zat. Sebab, jika kesatuan dalam ayat ini diartikan kesatuan zat, maka betapa banyaknya jumlah tuhan yang harus disembah Pendeta Markus.

Kesatuan dalam ayat ini harus diartikan sebagai kesatuan (persamaan) iman, bahwa Yesus adalah Nabi utusan Tuhan. Hal ini nampak pada ayat 21, "Supaya mereka semua nampak menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapak, di dalam aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku.

Menyamakan Yesus dengan Allah secara zat dan hakikat adalah keyakinan yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Pertama, ayat-ayat al-kitab sendiri membantah dengan menyatakan :
"Yesus lebih kecil daripada Tuhan" (Yohanes 10:29).
"Tuhan lebih besar daripada Yesus" (Yohanes 14:28).
"Yesus bersyukur kepada Tuhan" (Matius 11:25, Lukas 10:21)

"Yesus berteriak memanggil Tuhan" (Matius 27:46, Markus 15:34).
"Yesus menyerahkan nyawanya pada Tuhan," (Lukas 23:44-46, Yohanes 19:30).
"Yesus pasrah disetir Tuhan yang mengutusnya," (Yohanes 5:30, Yohanes 6:38, bandingkan dengan Yohanes 7:16).
"Yesus berdoa pada Tuhan," (Lukas 6:12),
"Yesus minta ampun atas kesalahan pada Tuhan" (Matius 6:12, Lukas 11:4).

"Yesus menerima firman dari Tuhan" (Yohanes 17:8),
"Yesus tidak tahu kapan hari kiamat terjadi, padahal Allah tahu kapan datangnya kiamat," (Matius 24:36, Markus 13:32). Kesimpulannya, Yesus tak sama dan tidak satu zat dengan Tuhan.

Kedua, banyak ayat Alkitab menyebutkan sepak terjang Yesus mulai lahir sampai dewasa. Jika Yesus sama dengan Allah, seharusnya semua nama Yesus dalam Alkitab bisa diganti dengan nama Allah dan sebaliknya. Misalnya, "Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud," (Matius 1:1), menjadi "...Allah anak Daud," (Matius 1:1). "Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis," (Matius 4:1), menjadi, "....Allah dibawa Roh ke..." (Matius 4:1).

"Pada pagi hari dalam perjalanannya kembali ke kota, Yesus merasa lapar," (Matius 21:18), menjadi, "...Allah merasa lapar," (Matius 21:18).
"Kemudian iblis membawa Yesus ke Kota Suci dan menempatkan dia di bubungan," (Matius 4:5) berubah, "...iblis membawa Allah ke..." (Matius 4:5).
"Dan Yesus akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh," (Markus 10:34), menjadi, "... Allah diolok-olokkan, diludahi...." (Markus 10:34).

Jika pemahaman ini diadopsi umat manusia, akan muncul kerancuan dan kekacauan yang menghina Tuhan. Karena, Tuhan dianggap anak manusia, dibawa dan dicobai iblis, Tuhan kelaparan, diludahi, bahkan dibunuh. dan lainnya. Na'udzubillah min dzalik. (sabili/fakta)

[+/-] Selengkapnya...

Kesalahan Pendeta Markus Agung (Bag.1)

Akhir Februari lalu, Pengurus Majelis Tabligh PP Muhamadiyah, Buya Risam, bersama Supriyatna dan Silum membeli laptop di Gajah Mada Plaza, Jakata Pusat. Untuk persiapan workshop Dai khusus se Sumatra di Padang, Sumatera Barat.

Setelah acara rombongan meninggalkan toko komputer. Ketika melintasi toko buku di lantai satu, Silum melihat sebuah buku ganjil. Cover buku berjudul Kedatangan Yesus ini memuat lukisan Yesus sedang terbang. Kedua tanganya terbuka.

Tak ada yang istimewa dari buku setebal 16 halaman ini. dari perwajahannya, orang menyimpulkan, buku ini merupakan bacaan umat kristiani. Tapi, pembaca akan merasa aneh setelah mengamati isinya. Buku karangan Pendeta Markus Agung ini, seatus persen menyalahgunakan ayat al-Qur'an dan Hadits Nabi saw untuk menyiarkan doktrin Kristen tentang kedatangan Yesus sebagai tuhan dan juruselamat yang menghakimi dosa - dosa manusia pada akhir zaman.

Pada halaman 7, pendeta yang tinggal di jl. teknologi, Jakarta Barat ini, menggiring pembaca pada doktrin Kristen tentang penghakiman dosa-dosa manusia oleh Yesus. Markus mengutip tulisan Paulus, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,: (Roma 3:23)

Selanjutnya, Markus berusaha melegitimasi doktrin Paulus dengan mengutip ayat al-Qur'an yang diselewengkan pengertiannya. Lalu, pendeta inipun menyimpulkan secara salah bahwa Adam, Ibrahim, Musa, Daudm Yunus dan Muhammad adalah nabi yang berdosa.

Kemudian, ia mengutip al-Qur'an surah Maryam ayat 19 yang diartikan bahwa Nabi Isa saja yang suci. Dari sau halaman saja, kesalahannya sudah menumpuk, apalagi jika kita teliti 15 halaman lainnya.

Alkitab (Bibel) sendiri memandang, kitab Roma 3:23 bukanlah firman Tuhan dan bukan sabda Yesus, tapi tulisan Paulus. Meski oleh para teolog Paulus dianggap sebagai rasul, nyatanya Paulus bukan murid Yesus, tak pernah berguru dan bertatap muka dengan Yesus. Selain itu, pernyatan Paulus ini tak sesuai dengan ajaran Yesus dalam Bibel yang menyiratkan, anak kecil tak berdosa, "Lalu orang membawa anak-anak kecil pada Yesus, supaya ia meletakkan tangannya atas mereka dan mendoakan mereka, akan tetapi murid-muridnya memarahi orang-orang itu. Tetapi Yesus berkata :Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepadaku, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya kerajaan Sorga," (Matius 19:13-14)

dalam Injil Matius, Yesus mengisyaratkan, para nabi adalah orang yang benar dan kudus, tak berdosa (Matius 13:17, Matius 5:45). Hal ini diperkuat dengan banyaknya daftar orang suci dalam Bibel. Yohanes (Yahya) dicatat Alkitab sebagai orang suci tak berdosa sejak dikandung ibunya. "Sebab Yohanes akan besar di hapadan Tuhan dan ia tidak akan minum angur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya." (Lukas 1:15). "Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata : Menjadi apakah anak ini nanti? Sebab tangan Tuhan menyertai Dia," (Lukas 1:66).

Kemuliaan Yohanes sebagai orang suci ini diakui Kaisar Herodes. "Sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginnya," (Markus :20). Yesus mengakui kemuliaan Yohanes (Injil Matius 11:11).

Bibel sendiri juga mengakui para nabi sebagai orang yang benar tak berdosa. Nabi Zakaria adalah orang benar tak bercacat di hadapan Tuhan (Lukas 1:6). "Hizkia adalah raja saleh yang taat kepada Tuhan dan tidak pernah menyimpang dari perintah-perintah Tuhan, sehingga Tuhan menyertai Hizkia ke mana pun pergi berperang," (II Raja-raja 18:5-7).

Nabi Nuh, Daniel dan Ayub benar di hadapan Tuhan (Yehezkiel 14: 13-14),"Daniel adalah orang yang ikhlas beribadah kepada uhan dan selalu melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan," (Daniel 6:5, II Raja-raja 22:2). "Habil, anak Adam adalah orang yang suci tiada salah sehingga persembahannya diterima oleh Tuhan," (Matius 23:35, Ibrani 11:4).

Membanggakan dosa para nabi sebelumnya dengan mencari pembenaran dari kitab suci agama lain (Islam) yang tidak diimaninya adalah tindakan yang culas. Islam tidak menganggap Nabi Adam sebagai orang berdosa, sehingga kejatuhan Adam (Hubuthu Adam) tidak menyebabkan dosa waris. Karena Islam memandang :

Pertama, tindakan Adam yang melanggar perintah Tuhan itu bukan kesengajaan, melainkan kealfaan (khilaf). "Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak kami dapati padanya kemauan yang kuat," (QS Thaha:115).

Kedua, "Allah itu Maha Adil, Maha Penyayang, dan Maha Pengampun yang selalu mengampuni hamba-Nya yang bertaubat," (QS. az-Zumar:53-54). "Dengan sifat-Nya Yang Maha Penyayang dan Maha pengampun, Allah menjanjikan rahmat dan ampunan pada hamba-Nya yang bertaubat," (QS al-Maidah:74).

Maka, sebelum Adam dan Hawa keluar dari surga, mereka telah bertaubat dan Allah menerima taubat dan memberi petunjuk seketika itu pula.

Keduanya (Adam dan Hawa) berdoa, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi," (QS al-A'raf:23).

"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang," (QS al-Baqarah:37). "Kemudian Tuhan memilihnya, maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk," (QS Thaha:122).

Kekeliruan Pendeta Markus makin besar ketika ia menjadikan surah Maryam ayat 19 sebagai pendukung doktrin Kristen, bahwa hanya Nabi Isa saja yang suci. Karena Islam mengajarkan, semua anak manusia lahir dalam keadaan fitrah (suci). "Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), maka karena orang tuanyalah dia menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR Bukhari)

(FAKTA/SABILI/al-islahonline.com)

bersambung...


[+/-] Selengkapnya...

Jawaban Untuk Gus Cheng Lung

Kristenisasi telah menjadi isue yg bukan saja sekedar bernuansa tapi juga sudah melintas batas sosial - politik dalam kehidupan umat Islam sehari hari. Internet adalah sarana yang paling ampuh bagi kalangan murtadin melakukan kegiatannya dari yg bersifat halus s/d yang terang benderang menyerang baik dalam bentuk disinformasi dan juga berbau Phobia sebagaimana baru baru ini telah beredar sebuah situs yang mengatas namakan dirinya GUS CHEN LUNG di http://www.geocities.com/gus_chen_lung/

10 pertanyaan-pertanyaan tsb telah dijawab oleh Sdr. Alfarisiy di Forum Hidayatullah.com dan ada baiknya artikel jawaban yg dibuat Sdr. Alfarisiy tsb kami reposting kembali di Forum.swaramuslim.net dengan harapan saudara saudara yg Muslim dapat menyempurnakannya sehingga dapat memberikan wawasan yg sehat bagi saudara saudara yg Non Muslim sbb :

1. Mengapa teroris muslim, hanya berani mengebom Indonesia, bukannya mengebom Amerika Serikat.


Ketahuan dangkalnya pikiran orang-orang nasrani dilihat dari pertanyaannya. Apa yang anda tahu ttg Islam? Maka itulah pikiran anda tentang Islam. Jika sarapan anda sehari-harinya komik, televisi, novel, radio dugem, majalah playboy, maka tidak heran anda berfikir tentang Islam seperti yang mereka beritakan. Sebaiknya anda mencari tahu dengan cara yang benar, seperti kami mencari tahu bagaimana kontradiksinya ayat-ayat dalam bible di dalam ajaran agama anda!

Islam tidak mengajarkan sedikitpun kekerasan apalagi terror thd manusia. Dalam Al-Qur;an tidak ada satu ayatpun yang mewajibkan umat ini untuk membunuh umat lain. Saya tegaskan sekali lagi dalam Al-Qur;an tidak ada satu ayatpun yang mewajibkan umat ini untuk membunuh umat lain. Di dalam Islam la ikra ha fiddin, tidak ada paksaan dalam memluk agama ini, sedangkan agama anda? Indomie? Beras? Uang? Anda tawarkan ke kami untuk ditukar dengan agama anda. Bukankah itu terror? Orang yang melakukan terror adalah orang yang tidak faham tentang ajaran Islam, bahkan saya menemukan bukti bahwa sebenarnya terror sendiri direkayasa oleh AS, lihat Irak, Afganistan, Palestina, apakah namanya membunuh warga sipil tak berdosa bukan kebiadaban zionis? Anda bercuci tangan mengatakan Islam teroris sementara anda menutup mata atau picek tidak dapat melihat kebiadaban teman-teman anda membantai umat Islam, gimana seandainya kami mengartikan Jihad dengan terror, pasti anda sudah jadi bangkai karena anda musuh Islam. Bukan AS sasaran kami pertama kali, tetapi umat Kristen di Indonesia. Tetapi bagaimana keadaan anda sekarang, anda sehat bisa menghirup udara segar, bisa makan mie babi dll. Jadi buat apa buang-buang biaya menciptakan bom ataum untuk ngebom AS, toh AS juga pasti hancur oleh kekuatan Allah SWT.

2. Kalau Muhammad benar-benar Nabi, mengapa umat Muslim masih mendoakan dia supaya dia masuk surga


Umat Islam dianjurkan bersalawat kepada beliau sesering mungkin, bahkan dalam rukun shalat ada salawat kepada beliau dan keluarganya. Jaminan Nabi Muhammad SAW adalah orang pertama yang melangkah masuk surga itu ada dalam beberapa riwayat hadist dan pasti, Allah SWT bahkan telah menghapus dosa-dosa beliau yang lalu maupun yang akan datang selama hidup beliau. Tapi apa yang beliau lakukan, adalah beliau tak kurang sehari semalam beristighfar 100X dan shalat malam memohon ampun Allah sampai kedua kakinya bengkak saking lamanya berdiri. Doa yang kami panjatkan bukan untuk meminta agar surga ditetapkan baginya. Sangat naïf sekali sekiranya umat islam memohon doa untuk seorang nabinya agar masuk surga. Doa dan salawat kami kepada beliau sebaliknya untuk diberikannya syafaat beliau di hari penghisaban kepada kami setelah kiamat terjadi.

3. Kalau umat muslim benar-benar benci kepada Amerika, mengapa masih menggunakan teknologi yang dibuat oleh Amerika seperti obat-obatan, GSM, internet dan segala aplikasinya, mobil dan sepeda motor, pesawat terbang, komputer termasuk sistem operasi windows, kacamata dan lain sebagainya, bahkan ikut belajar ilmu di amerika


Bencinya umat Islam thd AS bukan membabi buta. Di dalam Islam harus dibedakan antara urusan dunia dan akhirat. Jika suatu masalah telah memasuki wilayah agama, maka konsep kami adalah lakum dinukum waliyadin. Tidak ada kompromi dan harus tegas, kalau perlu berjihad jika kami sampai diserang untuk dikafirkan! Tetapi sebaliknya Islam sangat menjaga dan memlihara hubungan antar individu dalam konsep hablum minannas. Berinteraksi dan berhubungan dengan non muslim tidak dilarang, bahkan Nabi kami pernah menggadaikan baju besinya kepada seorang Yahudi, dan Ali sahabat Nabi bekerja kepada orang nasrani. Dibolehkan berjual beli dan bertransaksi dengan mereka. Karena masalah itu adalah bentuk bid’ah dalam arti dunia, yaitu menciptakan suatu system, teknologi, device yang baru untuk kemajuan suatu umat. Kalau ada yang ingin memboikot produk-produk buatan AS saya kira hal tsb sia-sia saja, karena sebenarnya bukan itu jalan yang harus ditempuh oleh umat Islam. Mungkin anda melihat fenomena seperti ini sehingga anda salah menafsirkan masalah yang anda tanyakan.

4.Mengapa isi Al-Quran sebagian besar meniru isi Kitab Suci Perjanjian Lama milik umat Kristen. Nabi-nabi didalam kitab tersebut diakui sebagai nabi Muslim, padahal sebenarnya adalah Nabi orang israel.


Bisa tidak anda beri contoh surat dalam AlQur’an yang anda hafal yang mirip surat-surat dalam Bible PL? Saya heran sama anda sebenernya anda paham apa yang anda tanyakan ataukah tidak? Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab. Bahasa Arab memiliki akar kata yang paling banyak di dunia. Gaya bahasa Al-Qur’an sampai saat ini dan akhir zaman nanti tidak akan ada yang mampu menandingi keindahannya. Bahkan tak ada satu orang Arab tulenpun yang mampu menciptakan satu ayat saja yang mirip dengan ayat di Al-Qur’an. Apalagi bible anda yang anda sendiri tentu tidak mengetahui bahasa asli bible itu sendiri bahasa Ibrani kah atau Aram kah? Lalu kemana bible asli umat nasrani? Banyak yang dipalsukan sehingga satu ayat saja menimbulkan tafsir yang sangat banyak. Dalam Al-Qur’an berisi mengenai, hukum syariat, aqidah (keyakinan) dan tentang kisah-kisah umat sebelum Nabi diutus. Sehingga apa yang terkandung di dalamnya memuat pula apa yang ada dalam injil asli dan taurat asli (tidak dipalsukan) dan Al-Qur’an adalah kitab seluruh umat manusia, tidak terkecuali seharusnya anda karena Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir pembawa risalah sebagaimana dituliskan dalam kitab injil asli yang mengatakan akan datang nabi akhir zaman bernama Ahmad dengan cirri-ciri yang serupa dengan Nabi SAW. Mengapa anda tidak menemukan ayat tsb dalam injil anda? Pasti karena sudah dihapus! Dan dipalsukan. Seluruh Nabi beragama Islam cuma syariatnya berbeda. Semua bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah SWT. Dari Adam sampai Nabi Muhammad SAW tak terkecuali Nabi Isa a.s yang anda jadikan Tuhan anda dengan sebutan Yesus??? Israel itu umat Nabi Musa, yang membangkang terhadap Musa, lalu apakah semua orang Yahudi di jaman Nabi Musa membangkang, tentu tidak, juga umat nasrani di zaman Nabi Isa a.s tidak semua membangkang terhadap ajaran Isa yang menuhankan Allah SWT. Jadi baik Al-Qur’an, Injil, Taurat, Zabur semua Allah yang menurunkan masing-masing kepada Nabi-Nya.

Sdr. pur1173 memberikan jawaban sbb :
1. Yang menurunkan Al Qur'an, Taurat dan Injil adalah ALLAH SWT
2. Al Qur'an turun belakangan. Coba kalau Al Qur'an turun duluan, nanti orang2 akan bilang bahwa Taurat atau Injil meniru Al Qur'an.

Simpel kan?

5. Mengapa umat muslim Indonesia memaksakan kehendak dalam pelaksanaan RUU APP, berdemo besar-besaran dengan menakut-nakuti umat lain, men-sweeping cewek-cewek dijalan, mengusir Gus Dur, mengobarkan perang urat syaraf. Apakah itu yang diajarkan Islam. Pasti jawabannya adalah OKNUM


Sebenarnya apa yang dilakukan kami adalah wujud reaksi keras thd kemaksiatan yang merajalela di negeri ini, dimana aparat sudah mati rasa thd apa yang namanya kemaksiatan. Ini adalah tugas umat Islam untuk menegakkan kebenaran bukan memaksakan. Kalau memaksakan konotasinya tidak ada hukum kausalitas. Sedangkan apa yang terjadi adalah efek dari dekadensi moral umat di negeri ini. Apalagi yang bermaksiat adalah juga sebagian besar umat Islam. Maka mereka kami anggap saudara kami yang harus kami luruskan dan arahkan ke jalan yang benar kalau mereka masih mengaku Islam. Karena aturan orang Islam adalah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW. Kami tidak menempatkan hukum buatan manusia di atas hukum Allah. Mereka pelaku maksiat yang beragama Islam harus kita kembalikan kepada kedua petunjuk tsb.
Sedangkan masalah demo besar-besaran sebenarnya kan didahului oleh demo “kecil-kecilannya” Gus Dur cs yang provokatif. Bahkan terkesan jahil dan nista sekali karena melibatkan nyonya-nyonya tua yang bisa-bisanya mengumbar aurat sambil jogged sana jogged sini. Tercium juga kabar adanya pesan sponsor yang mempunyai kepentingan dengan produknya yaitu “kemaksiatan” yang didukung oleh beberapa media elektronik yang notabene dimiliki orang-orang kafir nasrani.

Tidak ada balas dendam dalam Islam yang melebihi apa yang diterima oleh umat Islam. Tetapi kita dibolehkan membalas setimpal kepada orang-orang yang menyerang kita sesuai dengan serangan mereka. Serangan bisa diartikan sebagai pemikiran, tulisan, konsep atau bahkan fisik.

6. Mengapa negara Islam, tidak membantu Palestina dalam hal keuangan.


Sudah! Bahkan akan terus membantu selama Palestina membutuhkan, di Indonesia pun ada lembaga yang mengelolanya hanya mereka semua tidak pernah memberitahu ke ANDA!!

7. Sekitar tahun 40 setelah masehi, sewaktu seluruh Israel tercerai berai keseluruh dunia karena memberontak terhadap Roma dan dikejar-kejar, mengapa orang Palestina masuk ketanah kosong yang ditinggalkan orang Israel tersebut. Bukankah itu tanah orang Israel ?


Mana claim yang menunjukan tanah itu milik Israel!!!!??, adakah bukti otentik kalau Israel-lah pemilik wilayah Palestina? Aneh sekali anda ini! Kalau baca buku ilmu pengetahuan bacalah buku-buku yang berkualitas dan runtun tidak sepotong-sepotong. Bahkan Israelah yang tidak pernah diakui sebagai Negara oleh Negara-negar Islam!

8. Mengapa orang Muslim kalau berdoa selalu ingin diliat orang banyak, ingin disorot TV kalau berzikir, kalau berkotbah selalu pakai speaker yang keras, seolah-olah paling suci.


Orang muslim yang mana yang anda maksud? Harus jelas! Umat muslim di Indonesia itu hampir 90%. Kok bisa bisanya anda mengeneralisir bahwa yang masuk TV itu semua umat muslim di Indonesia. Islam mengajarkan berdoa dengan suara lembut, dan lebih afdhal lagi pada sepertiga malam terakhir, waktu dimana anda dan umat kristiani masih pada ngorok!!! Bagaimana mungkin kita butuh TV, speaker. Islam mengajarkan bagaimana beramal dengan ikhlas, tidak pamrih dan ingin dilihat orang. Bahkan dalam memberikan sesuatu sedekah diwajibkan kita untuk menyembunyikan tangan kirinya maksudnya jangan sampai orang lain mengetahuinya. Jelaslah umat ini adalah umat yang paling suci yang berhak atas surga, bandingkan anda yang beribadah seminggu sekali Cuma nyanyi-nyanyi dan main musik. Apa surga bisa dibeli dengan gitar, piano, suara anda doank.

9. Mengapa orang Muslim selalu diingatkan kalau mau berdoa, 5 kali sehari, dengan memakai pengeras suara, bukankah itu mengganggu umat lain ? Kalau ada suara yang keras dari Gereja, mereka pasti sudah demo minta gereja tersebut ditutup.


Saya katakan kepada anda bahwa yang terganggu itu hanya anda saja, karena anda memang memusuhi kami, bahkan Nabi kami. Umat Hindu, Budha mana ada yang kasih comment seperti anda! Itu sudah syariat dalam memanggil orang shalat. Agama anda juga membunyikan lonceng bahkan lebih menyakitkan ke telinga dan tidak ada indah-indahnya suara lonceng! Kami tidak keberatan. Saya balik bertanya kepada anda, kenapa umat kristiani beribadahnya hari Minggu? Karena sifat pembangkang pendahulu anda padahal semua diseru untuk bertuhan kepada Allah SWT dan beribadah shalat Jum’at tetapi umat Yahudi memundurkannya ke hari Sabat (sabtu) dan umat kristiani tidak mungkin mengikuti salah satunya, maka dipilihlah Minggu. Didemo minta ditutup wajarlah kalau menggangu ketenangan yang lain. Mana ada gereja di rumah-rumah komplek, ruko, apalagi sampai ingin membangun suatu gereja di lingkungan yang minoritas Kristen. Jelas dilarang dan aturannya jelas Keputusan pemerintah yang ini juga ingin umat Kristen ubah.

10. Mengapa orang Muslim cepat terangsang, kemudian memaksa pemeluk agama lain untuk menutup seluruh anggota badannya.


Yang ngomong gitu kan anda saja! Artinya anda memang punya pengalaman terangsang dengan gambar-gambar porno di majalah, tv atau internet kan? Kemudian pengalaman anda diletakan pada momen umat Islam mendukung RUU APP. Pintar sekali anda ya dalam urusan fitnah memfitnah!! Putar balik fakta, memojokan uamat Islam dengan statement anda seperti itu. Saya katakan kepada anda kalau umat lain mau telanjang bulat seperti binatang sekalipun di mall, I don’t care!! Umat Islam itu sudah sepakat yang namanya membuka aurat kepada yang bukan mahramnya adalah haram. Anda gak usah ikut campur urusan agama kami.


[+/-] Selengkapnya...

Dusta Penginjil LIPIA Palsu

Kesaksian Palsu " Bertemu Yesus di Saudi Aabia

Bukti kebohongan pendeta dan penginjil berserakan dihadapan kita. beberapa pendeta papan atas yang doyan dustapun banyak terbongkar, do antaranya Pendeta Jusuf Roni. Ia harus mendekam 7 tahun di LP Kalisosok Surabaya akibat misi bohongnya.

Pendeta Hagai Ahmad Maulana yang mengaku anak kandung KH Kosim Nurzeha, dibongkar oleh KH Kosim Nurzeha sendiri. Sedangkan, Pendeta Fachli bahrudin yang mengaku mantan Komandan Diklat Laskar Jihad Sukabumi, kedoknya dibongkar leh Ja'far Umar Thalib. Padahal, Ia mengaku telah membaptis ratusan orang di Lampung, 68 diantaranya Kiai Haji. pendeta Filemon yang mengaku membabtis KH Zainudin MZ, dibantah oleh dai sejuta umat itu sendiri.

Kini, muncul kesaksian bohong di tabloid Zaitun edisi 13/ Th1/2005. Di Rubrik kesaksian, redaksi menampilkan pengakuan 3 orang murtadin. Yang paling spektakuler adalah kesaksian mantan mahasiswa LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab).


Dengan judul Bertemu Yesus di Saudi Aabia, pemuda ini menceritakan pengalamannya saat memutuskan murtad. Tahun 1992, setamat kuliah dari perguruan tinggi swasta di Jakarta, sang murtadin mondok di jombang, jawa Timur. karena tak betah, ia hanya tahan empat bulan. Juli 1994, ia mendaftar ke LIPIA. Setelah mengikuti ujian masuk, ia diterima dan mendapat beasiswa untuk belajar di Universitas King Abdul Aziz, Jeddah, Saudi Arabia selama 3 tahun. November 1994, Ia berangkat ke Saudi Arabia, tinggal di apartemen di kawasan Fasyalia Street I Jeddah. Setelah belajar satu setengah tahun, Ia mulai mengerti kandungan al-Qur'an, yang memuat banyak kesaksian tentang Isa Almasih.

Tahun 1996 jam 9 malam, saat sedang membaca al-Qur'an di apartemen dengan pintu terkunci, tiba - tiba yesus nampak dan berbicara dalam bahasa Indonesia "Jangan takut, aku datang untuk menyelamatkanmu". Selanjutnya ia merasa roh kudus masuk dlam dirinya. Ia tersungkur, menangis dan mohon ampun. Ia msauk kristen tahun 1996. Setahun kemudian, pulang ke jakarta dan bekerja di Bank Swasta. 28 April 1999, pamannya yang tinggal di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, marah besar dan menggorok lehernya dengan clurit. Tapi, dengan bantuan Tuhan, ia bisa lolos dari maut meski lehernya terluka.

Dramatis bukan..?, meski Tabloid Zaitun tak menyebut nama penginjil yang dimaksud, Tim FAKTA menduga, ia adalah murtadin JOKO SAPUTRA. Kesaksian serupa pernah dimuat di tabloid Jemaat Indonesia, milik yayasan Doulos Jakarta, Desember 1999. Kesaksian Joko, menjadi kebanggaan umat kristen. Mereka menganggapnya sebagai pahlawan. Buktinya, kesaksian palsu ini beredar luas di internet sejak 1999. bagi umat Islam, apalagi bagi LIPIA dan kalangan santri, sangat menggelikan. Dustanya sangat mencolok.

Pertama, diterima kuliah di LIPIA Jakarta, tapi mendapat beasiswa ke Saudi Arabia. Ini tidak mungkin, karena LIPIA Jakarta adalah perwakilan Jami'ah(univesitas) Al-Imam Muhammad Ibnu Saud di Riyadh. Mahasiswa yang lulus seleksi di LIPIA Jakarta akan menempuh pendidikan di Jakarta dengan menempuh tiga jenjang, yaitu I'dad (persiapan bahasa) selama 2 tahun, Takmily selama 1 tahun dan Syari'ah selama 4 tahun.

Kedua, ia mendapat beasiswa ke Universitas King Abdul Aziz, Jeddah, Saudi Arabia selama 3 tahun. Hal ini tak mungkin terjadi, karena LIPIA adalah universitas Islam yang strukturnya menginduk pada Jami'ah Al-Imam Muhammad Ibnu Saud di Riyadh. Lucu sekali jika Joko bisa mendapat beasiswa dari LIPIA ke Universitas King Abdul Aziz yang note bene universitas umum, bukan universitas Islam.

Ketiga, ia mengaku bertahan 4 bulan belajar di pesantren, karena pelajarannya memakai huruf Arab tanpa bahasa Indonesia. Kemudian, ia belajar 3 tahun di Arab Saudi. Jika belajar bahasa Arab di Indonesia saja tak betah, bagaimana bisa belajar bahasa Arab tanpa bahasa Indonesia sama sekali di Arab Saudi..?

LIPIA adalah sebuah perguruan tinggi terkemuka milik kerajaan Saudi Arabia di Jakarta, yang sukses melahirkan dai dan ustadz handal di Indonesia. Ma'had yang bebas biaya ini menerapkan seleksi masuk sangat ketat dengan persyaratan khusus dan harus menyisihkan ribuan pelamar dari seluruh Indonesia.

Memang, Paulus sendiri melegalkan dusta untuk kepentingan misi,
ebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aki masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ?" Roma 3:7

Keyakinan Joko bahwa Yesus Kristus mati untuk semua orang yang berdosa dan darah-Nya telah dicurahkan untuk menghapus dosa manusia, juga tak berdasar. Karena, doktrin penebusan dosa dalam Alkitab bukan firman Allah, tetapi tulisan Paulus, padahal ia tak pernah bertemu Yesus tapi mengaku diutus Yesys. Menurut Paulus, pelanggaran Adam di taman Eden mewariskan dosa pada manusia, yang disebut dosa waris. Dosa ini, hanya bisa ditebus oleh darah Yesus di tiang salib (Roma 5:12-15, 3:23-25, Galatia 1:3-4, I Timotius 2:5-6, Ibrani 9:28).

Doktrin Paulus ini bertentangan dengan ajaran para Nabi sebelumnya, yang menekankan keesaan Tuhan dan amal shalih. Konsekuensinya pelanggarannya pun bersifat individu. "Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya, setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri," Ulangan 24:16.

Bandingkan dengan Yehezkiel 18:20, Ulangan 24:16, Yeremina 31:29-30, II Tawarikh 25:4 "Pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya." Matius 16:27.

Firman Allah dalam al-Qur'an juga menentang doktrin dosa waris. Karena, setiap orang mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan mendapat sisksa dari kejahatan yang dikerjakannya. Maka, setiap orang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain. QS al-Baqarah:286, al-Isra':15, al-An'am:164, Yaasiin:54, al-Baqarah:123. Jadi, kesaksian Joko saputra tak bisa dipertanggungjawabkan secara moral dan teologi. (bersambung).

sumber : Majalah Sabili Edisi 7 Th XIII, Oleh Tim FAKTA

KENALI MUKA MUKA PEMBOHONG DIBAWAH




[+/-] Selengkapnya...

Benarkah Rasulullah Wafat Karena di Racun Wanita Yahudi?

Rasulullah Dihujat Umat Menjawab..

Postingan-postingan dari Netters kristiani kebanyakan bersumber dari Robert Morey/ Christoph Luxenberg atau situs2 spt indonesia.faithfreedom/ Islam Answering.
Melalui forum Swaramuslim ini sudah banyak netters Kristen yang memposting. Mulai dari (almarhum) dengan ID Wardi, Sastro, Luki Saputra, Gratil Ramon, Alfa&Omega, FX, Badai, dll Dan yang sekarang muncul adalah ID Dinihari. Karena yang terdahulu selalu kena Suspend, maka pasti akan muncul Wardi/Sastro –Sastro baru model Dinihari ini.
Berikut saya mencoba rangkum jawaban /postingan yang terdahulu tentang Fitnah - Fitnah Syubhat atas diri Rasulullah yang dikeluarkan oleh alm. Wardi/Sastro-Sastro baru ala Dinihari.
Syubhat-syubhat yang ditujukan atas diri rasulullah antara lain adl sbb :
1. Nabi Muhammad Wafat karena diracun wanita yahudi.

2. Allah = Dewa bulan ( Bulan dan Bintang diatas Mesjid sebagai simbol Dewa Bulan)

3. Allah membunuh Isa Almasih dan ada pertentangan dalam Al Qur'an..


Fitnah Syubhat Pertama :

Dinihari to HolyGhost, 12/05/05 1:42 AM “Siapa Bilang Yesus Disalib”- (Kristology)

Baca hadis dibawah ini :

Volume 5, Book 59, Number 713:
Narrated Ibn Abbas:
'Umar bin Al-Khattab used to let Ibn Abbas sit beside him, so 'AbdurRahman bin 'Auf said to 'Umar, "We have sons similar to him." 'Umar replied, "(I respect him) because of his status that you know." 'Umar then asked Ibn 'Abbas about the meaning of this Holy Verse:-- "When comes the help of Allah and the conquest of Mecca . . ." (110.1)
Ibn 'Abbas replied, "That indicated the death of Allah's Apostle which Allah informed him of." 'Umar said, "I do not understand of it except what you understand."
Narrated 'Aisha: The Prophet in his ailment in which he died, used to say, "O 'Aisha! I still feel the pain caused by the food I ate at Khaibar, and at this time, I feel as if my aorta is being cut from that poison."

Dikisahkan oleh Aisha : Rasulullah dalam keadaan sakit yang menyebabkan kematiannya, biasa berkata, "O, Aisha. Aku masih merasakan sakit akibat makanan yang aku makan di Khaibar, dan saat ini, aku merasa seolah-olah urat nadiku terputus akibat racun itu.

Berdasarkan hadis diatas, MUHAMMAD DALAM KEADAAN SAKIT SETELAH MAKAN MAKANAN DIKHAIBAR YANG DISUGUHKAN RACUN OLEH ORANG2 YAHUDI, YANG MENYEBABKAN KEMATIANNYA.

Jadi arguman siapapun yang mengatakan bahwa kejadian pengracunan kepada Muhammad adalah beberapa tahun sebelum kematian Muhammad, TELAH DIPATAHKAN.





Berikut adalah riwayat tentang perang Khaibar, riwayat Wanita Yahudi yang mencoba membubuhkan racun namun nabi Muhammad selamat, dan riwayat tentang wafatnya nabi.


1. Mengenai perang di Khaibar :

Dari Anas bin Malik ra., katanya : Rasulullah s.a.w. memasuki Khaibar pagi hari. Waktu itu mereka keluar kelapangan. Setelah mereka melihat beliau mereka berkata :”Muhammad dan tentara”. Lalu mereka segera menempati benteng mereka. Nabi s.a.w mengangkat kedua belah tangannya dan berdoa :
“Allahu Akbar”! Hancurlah Khaibar! Bila kami duduki lapangan suatu kaum, maka amat buruk pagi hari orang yang diberi peringatan (tetapi) tidak menurut.
(HR. Bukhari 1550)

Dari Abu Hurairah r.a., katanya : Setelah Khaibar diduduki, ada orang yang menghadiahkan daging kambing yang beracun kepada Nabi saw. Lalu beliau bersabda : “ Saya hendak bertanya kepadamu tentang satu hal ! Adakah kamu mau memberikan keterangan yang sebenarnya kepada saya!”. Mereka menjawab : “Ya” Nabi SAW bertanya kepada mereka :”Siapa ayahmu?” mereka itu menjawab :”Si Anu !” Lalu beliau bersabda :” kamu dusta, akan tetapi ayah kamu si “Anu”. Mereka itu berkata :” Benar Tuan!” Beliau bertanya :” Adakah kamu mau menjawab dengan benar kepada saya tentang sesuatu yang saya tanyakan ?” Ya, hai Abu Qasim! Sekiranya kami berdusta, tuan ketahui dusta kami sebagaimana tuan ketahui tentang ayah kami”. Beliau menanyakan kepada mereka : “Siapa ahli neraka”?” Mereka itu menjawab : “Kami berada didalamnya dalam masa yang singkat, kemudian kamu gantikan kami didalamnya”. Nabi saw lalu bersabda :”Kamu akan tetap disika dalam neraka itu, demi Allah! Kami tidak akan pernah menggantikan kamu didalam neraka itu”.
Kemudian beliau bersabda lagi : “ Adakah kamu mau menjawab dengan benar kepada saya tentang sesuatu yang saya tanyakan?” Jawab mereka : “Ya, hai Abu Qasim!” Beliau bertanya : “Adakah kamu isikan racun dalam daging kambing ini?” Jawab mereka :”Ya”. Tanya beliau : “ Apakah yang mendorong kamu berbuat demikian?” Jawab mereka :” Maksud kami ialah, kalau sekiranya tuan seorang pendusta, kami akan senang. Dan kalau sekiranya tuan seorang Nabi, racun itu tidak akan membahayakan tuan.” (HR. Bukhari 1412)

2. Pembuktian bahwa nabi Muhammad selamat dari racun yang diberikan oleh wanita Yahudi adl :

1. Perang Khaibar terjadi pada tahun 628 M (tahun ke 7 H) dan pada bulan February 629 M -
Zul Qa’dah 7 H) Nabi dan kaum Muslimin melaksanakan Umratul Qadha’.
2. Setelah perang Khaibar dapat ditaklukkan, Rasulullah menikah dengan Shafiyah binti Huyaiy
bin Akhtab. Pada tahun yang sama.
3. Bulan January 630 M (Ramadhan 8 H) Nabi Muhammad pun masih SEHAT WAL ‘AFIAT. Beliau
membuka kota Makkah dan menghancurkan semua berhala-behrhala yang ada disekitar
Ka’bah. Peristiwa ini dikenal dengan “FATHUL MAKKAH”.
4. 4 (Empat tahun) dari peristiwa Khaibar Rasulullah masih HIDUP!! Dan pada bulan maret 632
M, atau tepatnya Dzulhijjah 10 H) Rasulullah melaksanakan Haji Wada’ bersama-sama
dengan kira-kira 114.000,- orang kaum muslimin untuk menunaikan ibadah haji.
5. Pada bulan Mei 632M, atau bulan safar 11 H, Rasulullah menyiapakan Tentara Usamah
untuk pergi ke Negri Syam.
6. Pada tgl 7 Juni 632 M atau pada hari senin12 Rabi’ul awal (bertepatan dengan hari
kelahiran beliau) Nabi Muhammad wafat.

3. nabi Muhammad wafat karena sakit biasa dan bukan karena racun: :

Sebelum beliau wafat, Rasulullah tetap melaksanakan Dak'wah :
Dari Aisyah ra., katanya :" Ketika sakit Nabi bertambah berat, beliau meminta kepada semua istri beliau, supaya ia diizinkan selama sakit ia dirawat dirumahku, dan mereka semua mengizinkannya. Lalu Nabi pergi ke rumah Aisyah dipapah oleh dua orang laki-laki, sedangkan kedua belah kaki beliau tercecah menggaris tanah dinatara kedua orang laki-laki itu, yaitu Abbas dan seorang lagi."
Kata Ubaidillah, "Cerita Aisyah itu kuceritakan kepada Abbas, lalu dia menanyakan kepadaku, tahukah engkau siapa laki-laki yang seorang lagi itu?"
Jawabku, "Tidak!"
Katanya, "Dia adalah Ali".
Selanjutnya Aisyah menceritakan juga, bahwa setelah nabi saw. berada dirumahnya, sedangkan sakit nabi bertambah keras juga, maka beliau bersabda, "Siramkanlah kepadaku tujuh girbag air yang masih utuh, mudah-mudahan aku segera dapat melaksanakan da'wah kembali kepada orang banyak."
Lalu Nabi didudukkan kedalam sebuah bak mandi terbuat dari kuningan, kepunyaan hafshah, istri nabi saw, kemudian beliau kami sirami dengan air yang disuruhkan Nabi, sampai beliau memberi isyarat kepada kami, 'Sudah cukup."
Sesudah itu beliau pergi ke Mesjid menemui jamaah"
(HR Bukhari 135)

Justru orang yang tewas dibunuh akibat dusta yang diucapkan dan karena ajarannya yang dilakukan terjadi pada Paulus dan bukan pada Rasulullah.

Simak ayat berikut :

Ams 19:5 Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar.

Lihat kematian tragis orang yang dianggap 'suci' oleh kristen :
1. Paulus dari tarsus, orang yang dianggap sebagai 'rasul'
Dia dipenjarakan selama dua tahun di kota Roma, setelah sebelumnya ditangkap di
Yerusalem (Kisah Para Rasul 21:30) dan dipenjarakan di Kaisarea (Kisah Para Rasul 23:23-
24).
Menurut tradisi, setelah dua tahun Paulus dibebaskan dari penjara Roma dan lantas
melakukan perjalanan ke Spanyol, lalu kembali ke Timur, dan kembali lagi ke Roma dimana
dia kembali dipenjarakan untuk kedua kalinya. Akhirnya tewas di Roma dengan
cara dipenggal, di luar tembok-tembok kota pada tahun 67 selama penindasan oleh Kaisar
Nero.

Satu penulis sejarah yang bisa dipertanggungjawabkan tulisan-tulisannya berdasarkan bukti nyata adalah Eusebius, yang menuliskan bahwa :
1. Matius tewas disika dan dibunuh dengan pedang di Eithopia.
2. Markus tewas setelah badannya diseret hidup2 dengan kuda melalui jalan yang penuh batu hingga akhir ajalnya.
3. Lukas mati digantung di Yunani.
4. Yohanes direbus/ lebih tepatnya digoreng dengan minyak goreng mendidih di roma.
5. Thomas mati ditusuk oleh tombak di India.
6. dll

tulisan dari Eusebius tsb telah DITELITI DAN DITELUSURI / DISELIDIKI ULANG Oleh Penulis Sejarah Gereja kondang Mr. Scumacher.



Syubhat Kedua : Allah = Dewa bulan
Armagedon wrote to Jones (12/19/05 8:54 AM | E-movie : Bangsa Bangsa yang t... )

Anda tau nama "Allah" itu sudah ada sejak sebelum jaman Pra-Islam.. Nama itu juga digunakan untuk penyembahan Dewa Bulan...



berikut adalah kutipan dari situs Kristen yang menyatakan bahwa :
"Umat Kristen di Indonesia jangan sampai terjebak sentimen rasisme yang ditaburkan oleh Robert Morey, seorang fundamentalis kristen Amerika, dalam bukunya ‘The Islamic Invasions,’ ...
dilanjutkan dengan :
..." Akhirnya, misi Kristiani bukanlah untuk melecehkan ‘nama Allah’ Islam dan pengajarannya (Yang menunjukkan kekurang-tahuan bahasawi, dan bisa menjadi boomerang bagi Kristen Arab & Indonesia . Sekarang ada empat versi Alkitab dalam bahasa Arab dan semuanya menggunakan nama Allah untuk menyebut El PL dan Theos PB, dan
selama 4 abad Alkitab Indonesia juga menggunakan istilah yang sama karena sudah menjadi kosakata Indonesia),"

silahkan membuka http://www.yabina.org/

atau link yang diberikan oleh Ikhwan Jones ;

Mengapa nama nama Malaikat, berakhir dengan “El” tidak dengan nama lainnya ?
All Archangels end with the "el" suffix. "El" meaning "in God"

Michael Meaning - "Who is like God", "Like unto God", "Who is like the Divine"
Raphael Meaning - "Healing power of God", "The Divine has healed", "God heals
Gabriel Meaning - "Strength of God"; "The Divine is my strength"; "God is my strength"
Uriel Meaning - "God is light", "God's light", Fire of God"
Dan ‘ El-El’ yang lain
http://www.jews-for-allah.org/Why-Believe-in-Allah/Allah-inthe-Jewish-Bible.htm
http://orvillejenkins.com/outlineintro/namesofgod.html



Ini ada komentar situs kristen tentang Robert Morey, penulis yang 'menemukan' allah = dewa bulan

Robert Morey Pakistan Christian Post

Robert A. Morey, treacherous thief, malicious person, third rate scholar, self appointed bishop, who is misleading the Christians and Pakistani Christians living in North America and with his spite, malice he has corrupted the Christianity.
http://www.moriel.org/articles/notice_board/facts_about_robert_morey.htm
Professor Athanassios Chliaris) have verified Jacob’s interpretation of the original Greek and Hebrew meanings and grammar.
Evangelical experts in Islam have also pronounced Morey to be a liar and a fraud and the Seminary from where he claims his doctorate in Islam publicly states that it is a fake. Every Evangelical in Islam expert we have consulted additionally dismisses Morey’s claim to have reads everything in the US Library of Congress on Islam as preposterous as it includes over 7,000 volumes!
http://www.moriel.org/articles/notice_board/robert_morey_debate_challenge.htm


Syubhat Ketiga : Allah membunuh Isa Almasih
dini wrote :

Dan rumusan kamu salah karena kamu katakan Isa as belum mati, tetapi telah diangkat oleh Allah swt, yang mana hal itu bertentangan dengan Ali 'Imran : 55.



Ketika Allah berkata: "Hai 'Isa ! Sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu dan akan mengangkat kamu kepadaKu serta akan membersihkan kamu dari mereka yang kafir..."
(Qs. ali-Imran 3:55)


Izqolallahu ya'Isa Inni mutawaffika warofi'uka,

Artinya adalah
"Ketika Allah berkata: "Wahai 'Isa ! Sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu dan akan mengangkat kamu kepadaKu,

Terjemahan ayat "Tawaffa" (mewafatkanmu) atau Makna dari "Tawaffa" adalah "Imatah" (mematikan), dan kematian itu telah terjadi sebelum 'Isa diangkat.
Kata "Tawaffa" tidak menunjukkan waktu tertentu dan juga tidak menunjukkan bahwa kematian itu telah berlalu, namun Allah Swt mewafatkannya kapan saja. Yang jelas tidak ada dalil bahwa waktunya telah terjadi/berlalu.

kata sambung /wau/ itu tidak memberi faedah urutan waktu. dalam urutan kata "Mutawafika" dengan kata "Warofi'uka"

(Mewafatkan dan mengangkat)

Kata wafat /Mutawafika ditasa dalam QS. AL IMRAN ayat 55 tsb bukan berarti WAFAT = MATI tetapi bisa juga bermakna TIDUR :

Dalil / keterangan tsb diatas bisa dilihat dalam Firman Allah berikut ;

Wahualladzi yatawaffakum billayli waya'lamuma jarohtum binnahari
Dan Dialah yang memegang/menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari.
(Qs. 6:60)

Allah memegang jiwa-jiwa ketika matinya dan jiwa yang belum mati di waktu tidurnya; lalu ditahanNya jiwa yang telah ditetapkan kematiannya dan dilepaskanNya yang lain sampai satu masa yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
(Qs. 39:42)


Rasulullah ketika bangun tidur mengucapkan:
Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia Mematikan kami (artinya, membangunkan kami setelah menidurkan kami) dan hanya kepada Dia saja tempat kembali.
(Hr. Bukhari)

Dia mengangkatmu (kelangit) lalu menurunkanmu (kedunia) dan mematikanmu sebelum hari kiamat, agar kamu menjadi salah satu tanda hari kiamat tiba.

Wa Immin ahlil kitabi 'ilal layu'minannabih; Qobla mauti
wayau mal qiyamah yakunu 'alaihim sahida
Dan tidak ada dari Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya sebelum matinya. Dan pada hari kiamat dia akan menjadi saksi terhadap mereka.
(QS. an-Nisaa' 4:159)
Kata "Qobla Mauti"
(sebelum matinya) pada ayat diatas, itu bisa kita terjemahkan juga sebelum kematian Nabi 'Isa Almasih pada akhir jaman nanti.

ayat 157 dan 158 dari surah an-Nisaa', menjelaskan bahwa Nabi 'Isa tidaklah mati dibunuh dan tidak juga disalib oleh orang-orang Yahudi dan Romawi itu, melainkan diangkat kepada-Nya.

Sekarang, kemanakah 'Isa al-Masih ini diangkat oleh Allah ?

al-Qur'an secara jelas menceritakan bahwa Nabi 'Isa al-Masih dan Maryam ibu kandungnya ini telah diselamatkan Allah kesatu tempat yang aman dan bagus, sebagaimana firman Allah berikut ini :
Waja'alna 'ibna maryama wa'ummahu; ayataw wa awayna huma ila robwatin zati qororiwwama'in
Kami jadikan putra Maryam dan ibunya satu bukti yang nyata dan Kami melindungi keduanya ditempat tinggi yang rata dan bermata air.
(Qs. 23:50)

Tetapi aku mengatakan ini yang benar kepadamu, bahwa berfaedahlah bagi kamu jikalau aku ini pergi, karena jikalau aku tidak pergi, tiadalah "Paraclete" itu akan datang kepadamu; tetapi jika aku pergi, aku akan memintakannya untukmu. Dan bilamana dia sudah datang, dia akan menerangkan kepada isi dunia ini mengenai dosa dan keadilan serta hukuman dari dosa, sebab mereka tidak mempercayaiku."
(Yohanes 16:7-9)

"Dan tatkala 'Isa putra Maryam berkata: hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada kamu, membenarkan Taurat yang turun sebelumku dan memberikan kabar gembira mengenai seorang Rasul sesudahku yang namanya Ahmad." (QS. ash-Shaff 61:6)


Demi dzat yang jiwaku dalam genggaman kekuasaan-Nya, niscayalah sudah amat dekat sekali saat turunnya 'Isa putera Maryam dikalangan engkau semua ..."
(Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Dan tidak ada dari Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya sebelum matinya.
Dan pada hari kiamat dia akan menjadi saksi terhadap mereka.
(Qs. 4:159)

Pada ayat diatas Allah sudah menggambarkan, bahwa tidak akan ada seorangpun dari Ahli kitab, yaitu orang-orang Kristen, Yahudi dan berbagai umat lainnya yang pernah didatangkan Rasul dan petunjuk-Nya /kitab/ kepada mereka oleh Allah akan berbalik mengimani kenabian 'Isa al-Masih yang turun untuk kedua kalinya tetapi dengan misi universal sebagai pengikut ajaran Muhammad Saw dan meluruskan penyimpangan terhadap ajaran yang dulu dia bawa kepada umatnya, bangsa Yahudi menjelang kiamat kelak sebagai bukti dari janji Allah pada surah 9:33

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya.
(Qs. 9:33)

Adapun turunnya nabi Isa a.s. bukanlah dengan membawa Risalah baru atau agama baru sehingga Nabi terakhir tetaplah Nabi shallallahu'alihi wa salamBahkan Nabi Isa a.s. akan beriman dengan risalah yang dibawa nabi shallallahualaihi wa salam.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Artinya : Bagaimana keadaanmu jika Ibnu Maryam telah turun kepadamu dan imam kamu dari golonganmu?" [Shahih Bukhari]


[+/-] Selengkapnya...